SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbaikan Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor Melalui Permainan Modifikasi untuk Kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang

Humaid Ali Hasan ali Hasan

Abstrak


 

ABSTRAK

 

 

Ali Hasan, Noky. 2012. Perbaikan Gerak Dasar Lokomotor dan Nonlokomotor Melalui Permainan Modifikasi untuk Kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr.H.M.E. Winarno, M.Pd, (2) I Nengah Sudjana, S.Pd., M.Pd

 

 

Kata Kunci: meningkatkan, gerak lokomotor dan nonlokomotor, permainan modifikasi.

 

 

Gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor merupakan komponen dalam gerakan dasar atletik, diajarkan mulai jenjang SDLB/MILB. Gerak lokomotor adalah gerak memindahkan tubuh dari suatu tempat ke tempat lain misalnya berjalan, berlari dan melompat sedangkan gerakan nonlokomotor adalah aktivitas yang menggerakan anggota tubuh pada porosnya dan pelaku tidak pindah tempat misalnya memutar, mendorong dan menarik. Melalui pembelajaran gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor, diharapkan siswa mampu melakukan gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan benar. Berdasarkan observasi awal, Siswa masih mengalami kesalahan dalam melakukan gerak berjalan, berlari, melompat dan memutar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan gerak lokomotor dan, (2) peningkatan gerak nonlokomotor. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini  Adalah lembar observasi dan catatan lapangan.

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Melalui PTK ini dilaksanakan pembelajaran gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan permainan modifikasi. Melalui permainan modifikasi ini, siswa melakukan gerak lokomotor dan nonlokomotor sambil bermain dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini penting mengingat siswa SDLB C mengalami kekurangan dalam gerak dasar. Dalam penelitian ini, peneliti berkolaborasi dengan guru merencanakan tindakan pembelajaran yang berlangsung selama 2 siklus.

Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan melakukan mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil observasi dari gerak lokomotor sikap kaki 71,36%, sikap badan 66,54%, sikap kepala 71,24%, dan sikap lengan 76,06%, dan gerak nonlokomotor sikap kaki 71,24%, sikap badan 85,75%, sikap kepala 71,14%, dan sikap lengan 71,24%,  Dan mengalami peningkatan pada siklus 1 gerak lokomotor pada sikap kaki 43,16%, sikap badan 52,43%, sikap kepala 44,41% dan sikap lengan 55,13%, dan gerak nonlokomotor pada sikap kaki 57,06%, 52,31%, sikap kepala 33,72%, dan sikap lengan 66,51%, dan mengalami peningkatan pada siklus 2 gerak lokomotor pada sikap kaki 11,06%, sikap badan 12,69%, sikap badan 12,69% dan sikap lengan 23,52%, pada gerak nonlokomotor pada sikap kaki 14,28%, sikap badan 19,10%, sikap kepala 14,28%, dan sikap lengan 23,80%.

 

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa gerak dasar lokomotor dan nonlokomotor dengan permainan modifikasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SDLB C di SLB Pembina Tingkat Nasional Lawang Kabupaten Malang.