SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparatif Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Usia 10-11 Tahun Di Dataran Tinggi dan Di Dataran Rendah (Studi Kasus SDK Sang Timur Batu dan SDN-BI Tlogowaru Malang)

Sri Setyaningsih

Abstrak


ABSTRAK

 

Setyaningsih, Sri. 2012. Studi Komparatif Tingkat Kesegaran Jasmani Siswa Usia 10-11 Tahun Di Dataran Tinggi dan Di Dataran Rendah (Studi Kasus SDK Sang Timur Batu dan SDN-BI Tlogowaru Malang). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd

 

Kata kunci: tingkat kesegaran jasmani, dataran tinggi, dataran rendah

Derajat kebugaran fisik sangat bergantung pada tingkat kesehatan individu sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. Tubuh manusia mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan luas. Begitu juga kesegaran jasmani siswa yang ada di dataran tinggi dan di dataran rendah. Kesegaran jasmani berpengaruh terhadap kemampuan dan kesanggupan siswa dalam melakukan aktivitas fisik. Siswa membutuhkan kesegaran jasmani yang baik untuk mendukung dalam menyelesaikan aktivitas belajar, karena tanpa disertai kesegaran jasmani yang baik siswa akan cepat lelah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa usia 10-11 tahun SDK Sang Timur Batu di dataran tinggi, SDN-BI Tlogowaru Malang di dataran rendah dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kesegaran jasmani siswa usia 10-11 tahun di dataran tinggi dan di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan dengan meninjau tingkat kesegaran jasmani siswa.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan metode tes. Tes yang digunakan adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk Sekolah Dasar yang meliputi: a) lari 40 meter, b) sit up 30 detik, c) pul up, d) loncat tegak dan e) lari 600 meter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei tes lapangan untuk siswa usia 10-11 tahun putra dan putri. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 siswa usia 10-11 tahun di dataran tinggi dan 20 siswa usia 10-11 tahun di dataran rendah. Pemilihan siswa yang akan melakukan tes kesegaran jasmani dilakukan secara acak melalui undian. Data dianalisis menggunakan persentase dan uji-t dengan dua persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas.

Berdasarkan hasil analisis data menggunakan persentase tingkat kesegaran siswa usia 10-11 tahun di dataran tinggi menunjukkan kriteria baik yaitu 75% dan di dataran rendah menunjukkan kriteria sedang yaitu 60%. Sedangkan hasil analisis data menggunakan Uji t menunjukkan data nilai TKJI di dataran tinggi didapatkan rata-rata sebesar 17.8 (dibulatikan menjadi 18) dan simpangan baku sebesar 1.765 menunjukkan kategori baik. Data nilai TKJI di dataran rendah didapatkan rata-rata sebesar 13.65 (dibulatkan menjadi 14) dan simpangan baku sebesar 2.815 menunjukkan kategori sedang.

Pada hasil output selanjutnya untuk uji t, dapat diketahui asumsi kehomogenitasan ragam dari data yang digunakan. Asumsi Homogenitas ragam dapat dilihat dari nilai Levene test. Terlihat dari F hitung nilai Levene test sebesar 4.159 dengan nilai probabilitas (p-value) 0.048. Karena p-value lebih kecil dari 0.05 (α=5%) maka keputusannya tolak Ho, sehingga dapat dikatakan bahwa

ragam tidak homogen. Nilai t hitung yang didapatkan adalah 5.586 dan p-value sebesar 0.000 (p-value terlalu kecil). Karena p-value lebih kecil α = 0.05 maka keputusannya tolak H0. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai TKJI yang dihasilkan antara daerah dataran tinggi dengan dataran rendah memiliki perbedaan yang signifikan.

Hasil pengelolaan data siswa usia 10-11 tahun di SDK Sang Timur Batu menunjukkan kategori baik. Hal ini dikarenakan SD tersebut sudah terbiasa menjalankan olahraga yang diberikan guru penjas sehingga saat melakukan tes TKJI siswa tidak ada rasa takut kelelahan, semangat melakukan tes kesegaran jasmani, cuaca pada saat melakukan tes kesegaran jasmani sangat mendukung karena saat pelaksanaan dilakukan pada pagi hari pukul 07.00 WIB, siswa tertib dalam pelaksanaan sesuai dengan instruksi dari peneliti. Sedangkan hasil pengelolaan data menunjukkan bahwa siswa usia 10-11 tahun di SDN-BI Tlogowaru Malang menunjukkan kategori sedang. SDN-BI Tlogowaru Malang dalam pelaksanaan tes kesegaran jasmani merasa malas berolahraga, sering mengeluh pada saat melakukan tes kesegaran jasmani karena cuaca panas, siswa merasa cepat lelah dan cepat bosan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesegaran jasmani siswa SDK Sang Timur batu di dataran tinggi lebih baik dibandingkan dengan kesegaran jasmani siswa SDN-BI Tlogowaru Malang di dataran rendah.