SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Tolak Peluru Melalui Multimedia Interaktif untuk Kelas VII SMP/Sederajat

ACHMAD ZAINURI ARIF

Abstrak


ABSTRAK

 

Arif, Achmad Zainuri. 2012. Pengembangan Pembelajaran Tolak Peluru Melalui Multimedia Interaktif untuk Kelas VII SMP/Sederajat. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd, (II) Drs. Mardianto, M.Kes.

 

Kata kunci: penelitian pengembangan, pembelajaran, tolak peluru, multimedia interaktif.

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) merupakan salah satu mata pelajaran yang selalu disajikan pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP/sederajat, SMA/sederajat dan Perguruan Tinggi. Salah satu Kompetensi Dasar dalam pembelajaran penjasorkes adalah siswa dituntut untuk mampu mempraktikkan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga atletik (tolak peluru) lanjutan dengan koordinasi yang baik. Akan tetapi kondisi riil proses pembelajaran Penjasorkes yang terjadi tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk mendukung pembelajaran Penjasorkes tersebut diperlukan media, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, proses pembelajaran saat ini sangat kaya dengan berbagai macam sumber belajar dan media pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran yang membahas mata pelajaran tersebut, dalam hal ini adalah multimedia maka siswa akan terbantu dalam mengetahui dan memahami materi dengan baik. Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Sidayu terhadap 34 siswa kelas VII dan 2 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan diperoleh data: 34 (100%) siswa mendapatkan materi tolak peluru, 34 (100%) siswa menyatakan pembelajaran tolak peluru diajarkan berupa teori dan praktek, 34 (100%) siswa mendapatkan materi dari buku LKS, 34 (100%) siswa belum pernah mendapatkan materi dari multimedia interaktif, 34 (100%) siswa menyatakan di sekolah mereka terdapat laboratorium komputer, 32 (94%) siswa menyatakan mempunyai komputer dan bisa mengoperasikan komputer. Dari guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan menyatakan: media yang digunakan untuk mengajar materi tolak peluru berupa buku LKS, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan belum pernah menggunakan multimedia interaktif dalam pembelajaran, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan setuju jika dikembangkan pembelajaran tolak peluru melalui multimedia interaktif.

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran tolak peluru melalui multimedia interaktif yang bermanfaat, menarik dan efektif bagi siswa kelas VII SMP/sederajat, sehingga media pembelajaran berupa multimedia tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang dapat membantu meningkatkan aspek kognisi siswa yang kemudian diharapkan dapat berpengaruh signifikan terhadap kemampuan psikomotor siswa dalam proses pembelajaran.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Prosedur Penelitian yang dilakukan yaitu pengumpulan data awal/analisis kebutuhan (need assessment), menyusun rancangan produk multimedia interaktif berisi tujuan pengembangan dan macam-macam materi yang ada di dalamnya, mengembangkan rancangan produk multimedia interaktif serta pengevaluasian oleh ahli (dilakukan oleh beberapa ahli), uji coba lapangan awal/uji kelompok kecil, merevisi hasil uji coba (sesuai dengan saran-saran hasil uji lapangan permulaan), uji coba lapangan utama/uji kelompok besar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan Guru Penjasorkes SMP Negeri 1 sidayu serta tiga orang dosen yang ahli dalam bidang media, atletik dan pembelajaran. Jenis data yang diperoleh merupakan data kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari hasil wawancara/interview, observasi, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan deskriptif persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tinjauan para ahli ada perbaikan pada produk ini. Perbaikan dari ahli media yaitu mengganti video teknik gerakan tolak peluru dengan menggunakan lapangan yang sebenarnya. Ahli atletik memberikan saranuntuk  memperbaiki konsep tentang peraturan. Ahli pembelajaran menyarankan agar tampilan pembuka diberi video agar lebih menarik. Dari Hasil uji coba (kelompok kecil) menggunakan 10 siswa diperoleh persentase 82,7% dan tergolong kategori valid, pada uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 40 siswa diperoleh persentase 83,6% dan tergolong kategori valid. Dari hasil tinjauan ahli, uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar) tersebut di atas, maka media pembelajaran tolak peluru dalam bentuk multimedia interaktif untuk siswa kelas VII SMP/sederajat dapat digunakan.

Saran yang dapat peneliti berikan pada penelitian ini adalah kepada guru Penjasorkes agar lebih kreatif dan inovatif untuk pengembangan media pembelajaran. Pemanfaatan media berupa multimedia interaktif dalam pembelajaran membuat siswa lebih tertarik untuk belajar yang kemudian dapat bermuara pada percepatan proses pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Untuk diseminasi, sebelum disebarluaskan ke ruang lingkup yang lebih luas sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan sasaran yang ingin dituju dan disesuaikan dengan kurikulum yang ada.kepada peneliti lain, sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan ini, karena hasil dari pengembangan ini masih terbatas sampai tersusun sebuah produk saja.