SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STUDI KOMPARATIF PERKEMBANGAN MELEMPAR PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN YANG TINGGAL DI DATARAN RENDAH DAN DATARAN TINGGI DI KABUPATEN MOJOKERTO

Bambang Nurdiansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Nurdiansyah, Bambang. 2012. Studi Komparatif Perkembangan Melempar Pada Anak Usia 7-10 Tahun yang Tinggal Di Dataran Rendah Dan Dataran Tinggi Di Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M.Pd. (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd.

 

Kata Kunci: Perkembangan Melempar Pada Anak Usia 7-10 Tahun yang Tinggal Di Dataran  Rendah dan Dataran Tinggi.

Dalam pendidikan jasmani perkembangan gerak merupakan salah satu unsur yang penting. Perkembangan gerak seseorang bisa diamati sejak lahir, dari bayi hingga dewasa yang meliputi aktivitas gerak dan pola hidup anak itu sendiri. Aktivitas gerak dan pola hidup anak dapat mempengaruhi perkembangan gerak. Karena apabila kesempatan anak untuk bergerak dibatasi baik dari pola asuh orang tua maupun tempat bermain maka perkembangan gerak anak tersebut akan terhambat. Berkaitan dengan masalah perkembangan gerak terutama perkembangan gerak melempar pada anak usia 7-10 tahun pada dasarnya kemampuan yang dimiliki setiap anak itu berbeda-beda. Kemampuan yang dimiliki anak pada suatu cabang olahraga belum menjamin sama pada cabang olahraga yang lain.  Begitu pula anak yang tingal di dataran rendah dan anak yang di dataran tinggi juga memiliki perkembangan melempar berbeda yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal bermain maupun kondisi alam yang ada.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaaan perkembangan melempar pada anak usia 7-10 tahun yang tinggal di dataran rendah dan dataran tinggi di kabupaten Mojokerto.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross-sectional. Penelitian cross-sectional adalah penelitian terhadap beberapa kelompok anak dalam waktu yang relatif singkat. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kelompok anak usia 7-10 tahun yang dijadikan sampel mewakili kelompok anak usia 7-10 tahun, dan penelitian ini dilakukan pada waktu yang sama dengan satu kali tes tidak ada tes kelanjutan.

Dari hasil output SPSS di dataran rendah dan di dataran tinggi, Tabel  ANOVA menunjukkan  nilai sig (0,02) < 0,05, maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan perkembangan melempar pada anak usia 7-10 tahun di dataran rendah dan di dataran tinggi.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai signifikansi kurang dari α=0,05, artinya H0 di tolak. Jadi terdapat perbedaan perkembangan melempar pada anak usia 7-10 tahun di dataran rendah dan dataran tinggi.

Diharapkan kepada guru pendidikan jasmani di dataran rendah agar dapat meningkatkan kemampuan melempar siswa dengan cara melakukan kegiatan-kegiatan yang mendukung gerak dasar siswa. Bagi guru pendidikan jasmani di dataran tinggi diharapkan memaksimalkan potensi yang ada agar dapat berprestasi pada atletik cabang lempar.