SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Senam Lantai dalam Bentuk Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas X SMA atau Sederajat

achmad fariz sulton hasan

Abstrak


ABSTRAK

 

Sulton Hasan, Achmad Fariz. 2012. Pengembangan Pembelajaran Senam Lantai dalam Bentuk Multimedia Interaktif untuk Siswa Kelas X SMA atau Sederajat. Skripsi,Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M. Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, multimedia interaktif, senam lantai.

Senam lantai merupakan salah satu ruang lingkup mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di Sekolah Menengah Atas yang diajarkan pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas X di SMA Negeri 3 Lumajang. Dalam kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 3 Lumajang materi senam lantai diberikan dalam ruang lingkup pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk kelas X, materi senam lantai diberikan pada semester ganjil dan genap dengan 3 kali pertemuan pada tiap semester, materi yang diberikan meliputi guling depan, guling belakang, dan meroda, sumber belajar yang digunakan untuk siswa kelas X yaitu buku Lembar Kerja Siswa (LKS), nguru belum pernah memberikan materi senam lantai menggunakan media pembelajaran berupa multimedia interaktif, SMA Negeri 3 Lumajang memiliki ruang multimedia, ruang komputer, dan memiliki LCD dan laptop sebagai penunjang berjalannya pembelajaran.

Sedangkan dari hasil penelitian awal yang dilakukan terhadap siswa kelas X SMA Negeri 3 Lumajang yang berjumlah 42 siswa, diperoleh data sebagai berikut: (1) semua siswa kelas X menerima materi senam lantai pada ruang lingkup pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, (2) 28 siswa (66,67%) menggunakan sumber belajar berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) dan 14 siswa (33,33%) tidak menggunakan sumber belajar apapun sebagai penunjang mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, khususnya materi senam lantai, (3) semua siswa dapat mengoperasikan komputer dengan baik, (4) 34 siswa (80,96%) memiliki komputer atau laptop pribadi dan 8 siswa (19,04%) tidak memiliki komputer ataupun laptop pribadi, (5) semua siswa belum pernah menerima materi senam lantai dengan menggunakan media pembelajaran dalam bentuk multimedia interaktif.

Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran senam lantai dalam bentuk multimedia interaktif mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diharapkan dapat membantu pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan kelas X SMA atau sederajat

Metode pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall yang diadaptasi menjadi model yang sederhana yaitu hanya melakukan sampai pada langkah ke tujuh yaitu melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assesment) dengan cara memberi kuesioner kepada 1 guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan kelas X dan 42 siswa perwakilan dari siswa kelas X di SMA Negeri 3 Lumajang, melakukan perencanaan pembuatan produk media pembelajaran senam lantai dalam bentuk multimedia interaktif yang berisi tujuan pengembangan dan macam-macam materi yang ada di dalamnya, pengembangan draf produk media pembelajaran senam lantai dalam bentuk multimedia interaktif berupa skrip serta pengevaluasian terhadap para ahli, uji coba produk awal dilakukan di SMA Negeri 3 Lumajang dengan melibatkan 9 subjek uji coba sebagai perwakilan siswa kelas X, merevisi hasil uji coba sesuai dengan saran dan masukan hasil dari uji coba lapangan awal, uji coba produk akhir dilakukan di SMA Negeri 3 dengan melibatkan 35 siswa sebagai perwakilan siswa kelas X, menyempurnakan dan merevisi produk sesuai dengan saran dan masukan dari hasil uji coba produk akhir

Berdasarkan evaluasi dari ketiga ahli, tentang pengembangan pembelajaran senam lantai dalam bentuk multimedia interaktif untuk SMA kelas X, maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan potensi media pembelajaran senam lantai sebagai produk sebagai multimedia digital perlu adanya penambahan gerakan slow motion, animasi, dan pemberian pengantar atau penjelasan langsung dari peniliti, selain itu juga perlu adanya penambahan variasi gerakan pada senam lantai, penambahan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dan cara pemberian pertolongan pada senam lantai. Dan hasil uji coba kelompok kecil yang melibatkan 9 siswa kelas X SMA Negeri 3 Lumajang diperoleh presentase 82.46 % yang tergolong kategori baik dan dapat digunakan dan tidak direvisi dan dilanjutkan ke uji kelompok besar yang dilakukan pada siswa kelas X sebanyak 35 siswa. Sedangkan hasil dari uji coba kelompok besar yaitu diperoleh presentase 86.91% yang tergolong kategori baik dan dapat digunakan sebagai bahan ajar tambahan.

Produk pengembangan media pembelajaran senam lantai dalam bentuk multimedia interaktif untuk siswa kelas X ini diharapkan dapat dijadikan referensi guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan terkait pembelajaran senam lantai. Produk yang dihasilkan merupakan produk yang ditujukan untuk siswa SMA Negeri 3 Lumajang kelas X, akan tetapi tidak menutup kemungkinan produk ini bisa digunakan oleh sekolah lain terkait pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Dalam penyebarluasan produk pengembangan ini ke sasaran yang lebih luas, sebaiknya memperhatikan saran berikut ini Sebelum disebarluaskan ke ruang lingkup yang lebih luas sebaiknya produk ini dievaluasi kembali dan disesuaikan dengan sasaran yang ingin dituju dan disesuaikan dengan kurikulum yang ada pada setiap sekolah maupun instansi yang dituju. Saran pengembangan produk lebih lanjut yaitu sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat efektivitas dari produk yang dikembangkan ini, karena hasil dari pengembangan ini masih terbatas sampai tersusun sebuah produk saja dan diharapkan pada penelitian dan pengembangan selanjutnya untuk melakukan langkah penelitian dan pengembangan menurut Borg dan Gall  sampai pada langkah ke-10.

 

ABSTRACT

 

Sulton Hasan, Achmad Fariz. 2012. The Floor Gymnastic Study development using interactive Multimedia display in Tenth level class-Senior High School (and   an equal level). Thesis, Sport and Health Education Major Sport Science Faculty State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Mu’arifin, M. Pd (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.

 

Key words: Development, studying medium, interactive multimedia, floor gymnastic.

Floor gymnastic is one of subjects is given by the teacher at SMAN 3 Lumajang. It is learned as the scopes of physical education, sport and health. The teacher gives this subject to their students who stay in the tenth level class. Floor gymnastic is taught in the odd-even semester. Usually, the teacher gives these materials, such as front-rolled, back-rolled, and wheel around three times during the semester. LKS( Lembar Kerja Siswa) is a basic book used. So far, although SMAN 3 Lumajang is having a multimedia room, computer laboratory, LCD, and Notebook, the teacher never using interactive multimedia to encourage student understanding about what the teacher taught.

The results of the researches toward the 42 students in the tenth level class SMA 3 lumajang  are: (1) All of the students in the tenth level class are having a floor gymnastic as the scopes of physical education, sport and health. (2) 28 students (66,67%) use LKS(Lembar Kerja Siswa) as a basic book, and 14 students ( 33,33%) do not use any books references. (3) All of the students can operate computer well. (4) 34 students (80,96%) are having computer and notebook by their own selves, and 8 students (19,04%) do not have anything as notebook and computer at all . (5) All of the students never receive the material of floor gymnastic using interactive multimedia.

This research is aimed to develop floor gymnastic using interactive multimedia, especially for physical education, sport and health. It is also hoped to make a good understanding about physical subject in the tenth level class, senior high school, or an equal level.

Borg and Gall’s method is also used to dig out the problem discussed. This method is adapted in a simple way that is having a steep until the seventh level. In the seventh level, the writer has some beginning researches, or need assessment. It is taken by giving a questionnaire for tenth level class gymnastic teacher and 42 students as delegations of tenth level students in SMAN 3 Lumajang. The researcher also makes a planning about interactive multimedia for the floor gymnastic medium product. There are some materials inside, such as draft interactive product development, script, and evaluation of the experts. The first experiment is done by using 9 samples experiments of the students in the tenth level, revise the result of the researches in the beginning, and having the last test which consists of 35 students, then complete the experiments as the suggestion and the result of the test.

According to the third experts, it can be concluded that there are some ways to run a new ways in teaching physical subject in tenth student class ,SMAN 3 Lumajang especially floor gymnastic which use interactive multimedia. It can be optimal when the taecher shows the medium with some creative display process for instance animation,  slow motion movement, an introduction, direct explanation, and another technique of floor gymnastic variation. It is also necessary to give the first aid when there is an accident in floor gymnastic practise. Then, the result of small group which consists of 9 students in tenth class, SMA 3 LUMAJANG are 82,46 % in a good categories, there is no revision, and it can be continued to a big group test. Students who passed this test are 35 person. In addition, 86,91% have a good categories and it can be used as an additional teaching.

This research is hoped to give a reference especially for the teacher who teaches a physical subject, floor gymnastic. The product resulted is aimed to the tenth level class students in SMAN 3 LUMAJANG, but it also may be a reference for another school which interest of using interactive multimedia teaching. The writer also has some suggestions to make this product wider. It is better to dig out ones more about the problem discussed such as the school target, and curriculum.It is also necessary to develop and to do some steps toward Borg and Gall until the tenth level.