SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Lari Jarak Pendek pada Siswa Kelas VII G SMP Negeri I Batu dengan Metode Bermain dan Berlomba

Rudi Handoko

Abstrak


Tingkat efektivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru merupakan salah satu faktor utama kesuksesan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Efektivitas suatu kegiatan belajar dapat terlihat dari proses pembelajaran itu sendiri. Guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan harus kreatif dalam merancang pembelajaran, salah satunya adalah dalam pembelajaran lari jarak pendek. Pembelajaran lari jarak pendek dapat dilakukan dengan metode bermain dan berlomba. Metode bermain dan berlomba merupakan salah satu pendekatan pembelajaran dalam pendidikan jasmani yang berpusat pada permainan dan siswa, untuk membelajarkan tentang permainan yang berhubungan erat dengan olahraga dengan sifat pembelajaran yang konstruktif.

Penelitian ini adalah tentang “Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Lari Jarak Pendek pada Siswa Kelas VII G SMP Negeri I Batu dengan Metode Bermain dan Berlomba”. Permasalahannya yaitu bagaimana meningkatkan efektivitas pembelajaran lari jarak pendek di kelas VII G SMP Negeri I Batu dengan metode bermain dan berlomba. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII G SMP Negeri I Batu.

 Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas terdiri dari siklus-siklus yang saling berhubungan di mana pada tiap-tiap siklus terdiri dari tahap-tahapan; 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. Pengamatan (observasi), dan 4. Refleksi. Dalam penelitian ini menggunakan dua siklus. Pada siklus pertama terdiri dari dua pertemuan dan pada siklus kedua terdiri dari satu kali pertemuan.

Dari hasil pembelajaran lari jarak pendek dengan metode bermain dan berlomba pada siklus I diketahui indikator teknik start jongkok Pada aba-aba “bersedia” sikap yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 21 siswa atau 56,8%. Pada aba-aba “siap” sikap yang benar adalah sebanyak 23 siswa atau 62,2%. Pada aba-aba “ya” sikap yang benar yang dilakukan oleh siswa adalah sebanyak 25 siswa atau 67,6%. Pada teknik berlari persentase gerakan benar adalah 86,5%. Sedangkan teknik memasuki garis finis persentase gerakan benar sebesar 81,1%. Pada siklus II indikator teknik start jongkok pada aba-aba “bersedia” sikap yang dilakukan dengan benar oleh siswa adalah sebanyak 29 siswa atau 78,4%. Pada aba-aba “siap” sikap yang benar adalah sebanyak 31 siswa atau 83,8%. Pada aba-aba “ya” sikap yang benar yang dilakukan oleh siswa adalah sebanyak 33 siswa atau 89,2%. Pada teknik berlari persentase gerakan benar adalah 94,6%. Sedangkan teknik memasuki garis finis persentase gerakan benar sebesar 89,2%.