SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN MODEL-MODEL BERMAIN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN TOLAK PELURU MENGGUNAKAN PELURU MODIFIKASI KELAS XI BUSANA BUTIK SMK NEGERI 5 KOTA MALANG

Ni'mah Namiyah Ulya

Abstrak


ABSTRAK

 

Ulya, N. N. 2012. Penerapan Model-Model Bermain untuk Meningkatkan Keterampilan Tolak Peluru Menggunakan Peluru Modifikasi Kelas XI Busana Butik SMKN 5 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd, (II) Dra. Sulistyorini, M.Pd.

 

Kata kunci: keterampilan, tolak peluru, peluru modifikasi, model bermain.

Pada hakekatnya tolak peluru ini cara melakukannya tidak dilempar seperti lempar cakram maupun lembing, namun didorong ke atas depan, oleh karenanya lebih pantas dinamakan tolak peluru. Tolak peluru merupakan salah satu materi atletik yang yang terdapat dalam standart kompetensi Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan Kelas XI. Salah satu kompetensi dasarnya yaitu mempraktikkan teknik atletik dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi serta nilai kerjasama, kejujuran, menghargai, percaya diri. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan tolak peluru gaya O’brien siswa kelas XI BB SMK Negeri 5 ternyata kesalahan yang banyak muncul di lapangan adalah pada saat menolak. Jumlah siswa kelas XI BB adalah 24 siswa yang keseluruhannya adalah perempuan. Dari hasil observasi yang telah diperoleh 24 siswa mengalami kesulitan karena beberapa sebab seperti, perasaan tegang, perasaan takut, kurang konsentrasi, dan kurang mengetahui teknik. Oleh karena itu, perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan penerapan metode bermain untuk menghindarkan siswa menjadi bosan, takut, dan kurang kreatif dalam menenerima pelajaran. Agar pembelajaran dapat berhasil dengan baik, maka unsur-unsur bermain harus diperhatikan karena unsur yang terkandung dalam permainan adalah kegembiraan dan keceriaan.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran atletik tolak peluru gaya o’brien pada 24 siswa kelas XI BB SMK Negeri 5 Malang khususnya teknik menolak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif-kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI BB SMKN 5 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi, tes.

Pada hasil siklus pertama didapat hasil bahwa jumlah siswa yang tidak dapat melakukan gerakan menolak dengan baik dan tidak dapat melewati nilai ketuntasan minimal yaitu 75, berkurang dari 18 siswa menjadi 11 siswa dengan persentase masing-masing indikator sebagai berikut, dari aspek sikap badan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 24 siswa dengan persentase 100% yaitu membelakangi arah lemparan dan berat badan diterima kaki kanan, dari aspek sikap badan saat awalan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 21 siswa dengan persentase 88% yaitu kaki kanan ditolakkan kuat-kuat meluncur ke depan bersamaan dengan kaki kiri yang diayun mendahului kaki kanan, dari aspek tolakan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 17 siswa dengan persentase 71% yaitu peluru dilepaskan dengan dorongan dibantu kekuatan pergelangan tangan dan tangan kanan lurus, dan dari aspek sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 20 siswa dengan persentase 83% yaitu kaki kanan dilangkahkan pendek ke depan jaga keseimbangan. Pada siklus 2 sudah berkurang dan hanya 2 siswa dengan persentase masing-masing indikator sebagai berikut, (1) dari aspek sikap badan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 24 siswa dengan persentase 100% yaitu membelakangi arah lemparan dan berat badan diterima kaki kanan,(2) dari aspek sikap badan saat awalan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 23 siswa dengan persentase 96% yaitu kaki kanan ditolakkan kuat-kuat meluncur ke depan bersamaan dengan kaki kiri yang diayun mendahului kaki kanan,(3) dari aspek tolakan yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 23 siswa dengan persentase 96% yaitu peluru dilepaskan dengan dorongan dibantu kekuatan pergelangan tangan dan tangan kanan lurus, dan (4) dari aspek sikap akhir yang benar sudah dilakukan oleh sebanyak 24 siswa dengan persentase 100% yaitu kaki kanan dilangkahkan pendek ke depan jaga keseimbangan. Pada siklus 2 sudah  terlihat peningkatan yang cukup baik dibandingkan dengan siklus I, pada siklus 2 ini sudah tidak ada siswa yang terlambat, siswa yang menyimpang menjadi lebih disiplin, siswa melakukan proses belajar dengan baik, dan siswa sudah menguasai keterampilan menolak dengan baik dan benar. Walaupun pada siklus II masih terdapat siswa yang belum tuntas, ini adalah wajar karena cukup sulit untuk mencapai taraf keberhasilan 100% siswa tuntas semua.

Penggunaan metode permainan dapat meningkatkan keterampilan pada teknik menolak pada tolak peluru gaya O’Brien siswa kelas XI BB SMK Negeri 5 Kota Malang. Metode permainan yang digunakan yaitu permainan menolak bola mungil, permainan menolak ke sasaran bagian 1, permainan menolak aktif, permainan menolak melewati net, permainan menolak ke sasaran bagian 2, dan permainan menolak ke sasaran berkelompok.