SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Latihan Sundulan (Heading) untuk Pemula pada Peserta Ekstrakurikuler Sepaktakraw di SMP Negeri 7 Malang

Hendra Adhi Krisna

Abstrak


ABSTRAK

 

Krisna, Hendra Adhi. 2012. Pengembangan Model Latihan Sundulan (Heading) untuk Pemula pada Peserta Ekstrakurikuler Sepaktakraw di SMP Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (2) Dra. Sulistyorini, M.Pd.

 

Kata kunci: pengembangan, model, latihan sundulan sepaktakraw, pemula, SMP Negeri 7 Malang.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar proses belajar mengajar, di luar jam sekolah dan merupakan kegiatan pengembangan diri siswa. Ekstrakurikuler olahraga sepaktakraw termasuk salah satu ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh siswa. Hal ini muncul karena sepaktakraw adalah olahraga yang unik. Pada permainan sepaktakraw terdapat berbagai macam teknik dasar yang wajib dikuasai dengan baik karena diharapkan mampu diimplementasikan dalam permainan sepaktakraw. Salah satu teknik dasar yang ada dalam sepaktakraw adalah menyundul (heading) karena selain untuk menguasai bola, menyundul (heading) juga dapat untuk mengumpan pada teman bahkan menyerang atau smash.

Peneliti menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi menjadi model yang lebih sederhana yaitu: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data informasi dengan memberikan instrumen analisis kebutuhan kepada peserta dan pelatih ekstrakurikuler sepaktakraw di SMP Negeri 7 Malang; (2) pembuatan rancangan produk awal model latihan sundulan (heading) untuk pemula pada peserta ekstrakurikuler sepaktakraw; (3) evaluasi para ahli dengan kualifikasi yaitu, 1 ahli sepaktakraw, 1 ahli kepelatihan dan 1 ahli media; (4) revisi produk pertama; (5) uji coba kelompok kecil; (6) revisi produk kedua; (7) uji coba lapangan (kelompok besar) dengan mengujicobakan hasil revisi produk kedua; (8) revisi produk akhir (apabila ada masukan atau saran dari dan uji coba lapangan); (9) hasil akhir produk pengembangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Berdasarkan hasil tinjauan para ahli, terdapat beberapa revisi terhadap rancangan produk yang telah dikembangkan, yaitu: (1) hasil evaluasi ahli sepaktakraw adalah memperbanyak pemanasan; (2) memperbanyak model latihan sundulan; (3) menambah permainan; (3) hasil evaluasi ahli kepelatihan adalah menambah variasi latihan menggunakan media seperti net dan tembok; (4) menambah variasi kekuatan pantulan bola; (5) menambah variasi jarak antara pelempar dengan penyundul; (5) hasil evaluasi ahli media adalah memperbaiki teks pada sampul depan; (6) memperbaiki teks pada sampul belakang.

Hasil persentase uji coba kelompok kecil adalah 89,33% dan hasil persentase uji coba kelompok besar adalah 93,14%. Hasil persentase tersebut menyatakan bahwa produk ini dapat digunakan untuk pemula pada peserta ekstrakurikuler sepaktakraw  di SMP Negeri 7 Malang. Karena penelitian ini hanya terbatas pengembangan produk, diharapkan ada penelitian selanjutnya yang menguji tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan ini.