SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Komparatif Perkembangan Jingkat 15 Meter Anak Putra Usia 7, 8, 9, dan 10 Tahun yang Tinggal di Dataran Rendah dengan Dataran Tinggi di Kabupaten Mojokerto

Yanuar Firman

Abstrak


ABSTRAK

 

Firman, Yanuar. 2012. Studi Komparatif Perkembangan Jingkat 15 Meter Anak Putra Usia 7, 8, 9, dan 10 Tahun yang Tinggal di Dataran Rendah dengan Dataran Tinggi di Kabupaten Mojokerto, Skripsi. Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Asim, M. Pd. (II) Dra. Sri Purnami, M. Pd.

 

Kata Kunci: Jingkat, Anak Putra, Dataran Rendah, Dataran Tinggi

Anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi sangat menarik untuk dibedakan. Dapat dilihat dari letak geografis tempat tinggal dan karakteristik anak yang berbeda mempunyai kemampuan yang dapat diketahui dengan cara meneliti lansung. Apalagi karakteristik anak putra, sangat jelas bahwa kekuatannya lebih dari pada anak putri, oleh karena itu apabila ingin mengetahui kemampuan jingkat ini dapat dipengaruhi oleh perkembangan jingkat tiap anak, oleh letak geografis tempat tinggal, kondisi suhu yang berbeda dan aktivitas fisik yang dilakukan dan lingkungan sekitar. Semuanya akan mempengaruhi adaptasi secara fisiologi anak dalam perkembangan jingkatnya.

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan jingkat antara anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi di Kabupaten Mojokerto.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel dependen (efek). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Berdasarkan hasil output SPSS menggunakan analisis Anova terdapat uji hipotesis diperoleh F hitung 29.393 > F.tabel 2.661829061, Jadi dapat disimpulkan bahwa keputusannya yaitu tolak H0 yang berarti perbedaan waktu dalam kemampuan gerak jingkat antar umur tidak signifikan dan terima H1 yaitu perbedaan waktu dalam kemampuan gerak jingkat antar umur signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai signifikansi kurang α=0.05, artinya H0 ditolak. Menurut perhitungan uji-t disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara jingkat anak putra usia 7, 8, 9, 10 tahun di dataran rendah dengan dataran tinggi. Hasilnya lebih baik kemampuan gerak jingkat anak putra yang berada di dataran tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan analisis Tukey post hoc test untuk multiple comparisons mengindikasikan bahwa kelompok 7 dan 8 yang memiliki nilai yang signifikan secara statistik. Hasil ini mengindikasikan bahwa perbedaan rata-rata antara waktu jingkat umur 9 dan 10 tahun secara statistik tidak signifikan dan meannya secara signifikan berbeda dari pada mean umur 7 dan 8  yang signifikan secara statistik.

Dari kesimpulan di atas dapat ditarik saran, berdasarkan penelitian dan perhitungan ini bahwa hasilnya membuktikan kemampuan gerak jingkat anak putra yang tinggal di dataran tinggi lebih baik dari pada dataran rendah. Hal ini dapat dijadikan pengetahuan baru dan referensi baru buat guru pendidikan jasmani dan peneliti lain untuk memperhatikan aktivitas, letak geografis tanah dan tekanan suhu tempat tinggal. Karena adaptasi fisiologi yang dialami anak tergantung dari faktor lingkungan sekitar yang mendukung untuk perkembangan motoriknya. Dan untuk guru pendidikan jasmani sebaiknya menganalisis terlebih dahulu gerakan-gerakan yang akan dilakukan agar tidak terjadi cidera yang tidak diinginkan sebelum dipraktekkan pada anak didiknya.