SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Pembelajaran Gerak Dasar Lari Menggunakan Metode Bermain pada Siswa Kelas 5 Bagian B (Tunarungu) Sekolah Dasar Luar Biasa Pembina Tingkat Nasional Lawang

Ratih Krisdiyana Bayu Aprilia

Abstrak


ABSTRAK

 

Praktek pembelajaran Penjasorkes di SDLB Pembina Tingkat Nasional Lawang masih belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dari hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan materi gerak dasar lari siswa kelas V Bagian B (Tunarungu) ternyata masih banyak mengalami kesalahan. Jumlah siswa kelas V Bagian B adalah 5 siswa, dari hasil observasi yang telah diperoleh 5 siswa mengalami kesulitan karena beberapa sebab seperti, siswa kurang menguasai teknik lari dengan benar, siswa malas dan bosan melakukan aktivitas lari, siswa lebih menyukai kegiatan yang berbau permainan sehingga mereka tidak tertarik dengan aktivitas lari. Oleh karena itu perlu adanya pembaharuan metode penyampaian materi yaitu dengan metode bermain yang bertujuan untuk menghindarkan siswa dari rasa bosan dan meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran gerak dasar lari.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran gerak dasar lari menggunakan metode bermain pada 5 siswa kelas V Bagian B (Tunarungu) Sekolah Dasar Luar Biasa Pembina Tingkat Nasional Lawang.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V Bagian B (Tunarungu) Sekolah Dasar Luar Biasa Pembina Tingkat Nasional Lawang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, pengamatan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I ternyata semua siswa sudah mampu melakukannya dan sudah memenuhi standar ketuntasan minimal yaitu di atas 76. Dari hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan terhadap penguasaan materi gerak dasar lari. Siklus II tetap dilaksanakan sebagai pemantapan penguasaan keterampilan gerak dasar lari. Selain hal tersebut diperoleh hasil persentase keberhasilan sebagai berikut: aspek psikomotor 47,39%, aspek afektif 27,58%, aspek kognitif 18% dan apabila dijumlah hasil keberhasilan siswa mencapai 92,97%. Walaupun tidak dapat mencapai hasil 100%, namun peningkatan ini sudah cukup signifikan.

Peneliti menyarankan bagi guru dapat bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan dan model pembelajaran gerak dasar lari yang sudah diperbaiki, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar, bagi sekolah digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran Penjasorkes dan bagi peneliti dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini.