SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Pembelajaran Gerak Dasar Melempar dan Menangkap Menggunakan Metode Bermain pada Siswa Kelas III Bagian C (Tunagrahita) SDLB Pembina Tingkat Nasional Lawang

Mohammad Zainuri

Abstrak


ABSTRAK

 

Praktek pembelajaran Penjasorkes di SDLB Pembina Tingkat Nasional Lawang masih belum maksimal Hal ini bisa dilihat dari hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa pembelajaran gerak melempar dan menangkap siswa kelas III bagian C (tunagrahita) ternyata kesalahan yang banyak muncul adalah sikap kaki, sikap tangan dan proses pembelajaran yang membosankan. Jumlah siswa kelas III Bagian C adalah 6 siswa, dari hasil observasi yang telah diperoleh 6 siswa mengalami kesulitan antara lain siswa kurang menguasai teknik melempar dan menangkap dengan benar, siswa mudah merasa bosan dengan pembelajaran Penjasorkes, siswa cenderung seenaknya sendiri dan siswa lebih senang dengan kegitan bermain. Oleh karena itu perlu adanya penyampaian materi dengan metode baru yaitu dengan metode bermain yang bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran gerak dasar melempar dan menangkap menggunakan metode bermain pada 6 siswa kelas III Bagian C (Tunagrahita) Sekolah Dasar Luar Biasa Pembina Tingkat Nasional.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah 6 siswa kelas III Bagian C (Tunagrahita). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari pertemuan ke pertemuan. Pada siklus I ternyata semua siswa sudah memenuhi standar ketuntasan minimal yaitu di atas 76. Dari hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan terhadap penguasaan materi. Meskipun pada siklus I semua siswa sudah memenuhi standar ketuntasan minimal namun siklus II tetap dilakukan sebagai pemantapan materi gerak dasar melempar dan menangkap. Selain hal tersebut diperoleh hasil persentase keberhasilan sebagai berikut: aspek psikomotor 47,91%, aspek afektif 27,67%, aspek kognitif 17,50% dan apabila dijumlah hasil keberhasilan siswa mencapai 93,08%.

Peneliti menyarankan bagi guru bermanfaat untuk memperkaya pengetahuan dan model pembelajaran gerak dasar melempar dan menangkap yang sudah diperbaiki, bagi siswa digunakan sebagai pedoman belajar, bagi sekolah digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran Penjasorkes dan bagi peneliti dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi mahasiswa yang melakukan penelitian yang berkaitan dengan materi pada skripsi ini.