SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Evaluasi dan Komparasi Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kelas VIII Semester 1 Tahun Ajaran 2011-2012 Pada Mata Pelajaran Dikjasorkes di SMP Negeri dan SMP Swasta se-Kota Malang dengan Pendekatan Evaluasi Model CIPP

Moh Fathur Rohman

Abstrak


ABSTRAK

 

Rohman, Fathur, Moh., 2012. Evaluasi dan Komparasi Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kelas VIII Semester 1 Tahun Ajaran 2011-2012 Pada Mata Pelajaran Dikjasorkes di SMP Negeri dan SMP Swasta se-Kota Malang dengan Pendekatan Evaluasi Model CIPP (Context, Input, Process, Product). Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Asim, M. Pd. Pembimbing II: Dra. Sulistyorini, M. Pd.

 

Kata Kunci: kurikulum, pendidikan jasmani, evaluasi, komparasi, CIPP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang bersifat desentralisasi. Setiap guru di sekolah harus membuat struktur kurikulum sendiri bersama sekolah, termasuk guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Pelaksanaan KTSP dalam pembelajaran pendidikan jasmani di setiap sekolah tidak sama, hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang sesuai dengan KTSP harus menyesuaikan kondisi sekolah. Setiap sekolah memiliki kondisi lingkungan, potensi, dan cara menerapkan KTSP dalam pembelajaran yang berbeda. Dengan adanya perbedaan tersebut, maka dimungkinkan ada perbedaan karakteristik pada pelaksanaan KTSP di setiap sekolah, berawal dari permasalahan tersebut penulis mencoba untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan KTSP di SMP Negeri dan SMP  Swasta se-Kota Malang.

Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk mengetahui tingkat pelaksanaan KTSP pada matapelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dengan menggunakan model evaluasi CIPP serta membandingkan pelaksanaan KTSP matapelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMP Swasta dan SMP Negeri se-Kota Malang.

Metode yang digunakan dalam evaluasi ini adalah deskriptif persentase dengan pendekatan model evaluasi CIPP (context, input, process, product) serta dengan analisis data parametris dan nonparametris menggunakan uji t independent sample test dan mann-whitney sample test.

Hasil evaluasi ini sebagai berikut: di SMP Negeri diperoleh hasil variabel  konteks guru sangat baik dengan skor 80%, konteks siswa sangat baik dengan 82%, konteks urusan kurikulum baik dengan skor 70,8%, input guru sangat baik dengan skor 3,7, input siswa baik dengan skor 3,1, input urusan kurikulum baik dengan 2,7, pada variabel proses rata-rata memiliki keunggulan dan peluang lebih nbanyak dibandingkan kelemahan dan ancaman yang di miliki, serta pada variabel produk dengan hasil sangat memuaskan. Sedangkan di SMP Swasta diperoleh hasil variabel konteks guru baik dengan  skor  69,6%, siswa sangat baik dengan 80%, urusan kurikulum baik dengan 69,2%, pada variabel input guru sangat baik dengan skor 3,5, siswa sangat baik dengan 2,9, dan urusan kurikulum sangat baik dengan 2,5, pada veriabel proses di SMP Swasta rata-rata memiliki keunggulan dan peluang lebih banyak daripada kelemahan dan ancaman yang dimiliki, serta pada variabel produk dengan hasl 4 dari 5 sekolah sangat memuaskan dan satu sekolah memuaskan. Dari hasil analisis uji beda komparatif dua sampel, diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan tidak ada perbedaan yang signifikan pelaksanaan KTSP Dikjasorkes antara SMP Negeri dengan SMP Swasta.

Berdasarkan hasil data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada mata pelajaran pendidikan jasmani kelas VIII semester I tahun ajaran 2011/2012 di SMP Swasta dan SMP Negeri se-Kota Malang adalah baik, sehingga KTSP sebagai kurikulum yang digunakan dapat dilanjutkan dengan catatan bahwa perlu adanya pengkajian lebih lanjut mengenai SK dan KD yang dibebankan kepada para guru untuk disampaikan pada siswa karena dirasakan terlalu banyak dengan keterbatasan waktu yang mayoritas tidak mencukupi serta sarana yang mendukung masih kurang dan perlu di perbaiki.