SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Upaya pembelajaran gerak dasar tolak peluru dengan peluru modifikasi siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Bumiayu 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang

Arie Mukti

Abstrak


ABSTRAK

 

Mukti, Arie. 2012. Upaya pembelajaran gerak dasar tolak peluru dengan peluru modifikasi siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Bumiayu 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Drs. Oni Bagus Januarto, M.Kes.

 

Kata Kunci: Peningkatan,gerak dasar tolak peluru, dengan peluru modifikasi.

 

Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi pada nomor lempar merupakan salah satu pembelajaran siswa sekolah dasar tercantum pada standart kompetensi dan kompetensi dasar. Pada hasil observasi awal, 39 siswa kelas IV SDN Bumiayu 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang terdapat kesalahan saat melakukan  yaitu cara memegang 24 siswa, cara menyangga 19 siswa, sikap awalan 21 siswa, tolakan 23 siswa dan sikap akhir 22 siswa. Hal ini terjadi kesulitan karena peluru yang terbuat dari bahan besi terlalu berat serta pemahaman materi tentang gerak dasar tolak peluru masih kurang.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran gerak dasar tolak peluru dengan peluru modifikasi siswa kelas IV SDN Bumiayu 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Metode penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, tiap siklus dilakukan 3 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Bumiayu 1 Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Hasil siklus 1 pada penilaian hasil belajar siswa pada psikomotor cara memegang dari 38,4% atau 15 siswa naik menjadi 84,6% atau 33 siswa dengan kategori baik, cara menyangga dari 51,2% atau 20 siswa menjadi 84,6% atau 33 siswa dengan kategori baik, sikap awalan dari 46,1% atau 18 siswa menjadi 87,1% atau 34 siswa dengan kategori baik, tolakan dari 41,02% atau 16 siswa menjadi 84,6% atau 33 siswa dengan kategori baik dan sikap akhiran dari 43,5%  atau 17 siswa menjadi 84,6% atau 33 siswa dengan kategori baik. Untuk nilai standar ketuntasan minimal (75) dari pertemuan pertama 19 siswa belum tuntas, pada pertemuan 3 yang belum tuntas menjadi 6 siswa. Pada penilaian kognitif dan afektif siswa juga mengalami peningkatan. Pada penilaian hasil kinerja guru sudah bagus sesuai pada rencana pelaksanaan pembelajaran dan suasana akademik mengalami peningkatan siswa yang bercanda sudah berkurang dengan penilaian kemampuan guru mendapat nilai 100. Penilaian suasana akademik pada pertemuan pertama 7 siswa masih bercanda saat pemanasan kemudian sudah tidak ada siswa yang bercanda, 14 siswa bercanda saat guru menjelaskan kemudian tidak ada siswa yang bercanda saat guru menjelaskan, 15 siswa kesulitan saat melakukan gerak dasar tolak peluru kemudian tinggal 6 siswa yang mengalami kesulitan, 8 siswa bercanda saat guru menjelaskan permaianan tolak peluru kemudian tinggal 4 siswa bercanda, 16 siswa kesulitan saat melakukan gerakan keseluruan kemudian tinggal 6 siswa yang mengalami kesulitan, 23 siswa kurang aktif saat evaluasi kemudian tinggal 13 siswa yang kurang aktif .

Pada hasil siklus 2, hasil belajar siswa psikomotor siswa cara memegang dari 84,6% atau 33 siswa naik menjadi 100% atau 39 siswa dengan kategori baik, cara menyangga dari 84,6% atau 33 siswa naik menjadi 100% atau 39 siswa dengan kategori baik, sikap awalan dari 87,1% atau 34 siswa naik menjadi 100% atau 39 siswa dengan kategori baik, tolakan dari 84,6% atau 33 siswa naik menjadi 97,4% atau 38 siswa dengan kategori baik dan sikap akhir dari 84,6% atau 33 siswa naik menjadi 97,4% atau 38 siswa dengan kategori baik. Untuk nilai standar ketuntasan minimal dari yang belum tuntas 6 siswa sekarang 39 siswa sudah tuntas semua.Pada penilaian kognitif dan afektif mengalami peningkatan. Hasil kinerja guru pada pada penilaian kemampuan guru mendapat nilai 100. Dari suasana akademik sudah baik tidak ada siswa yang bercanda, pada saat melakukan gerak dasar tolak peluru 6 siswa mengalami kesulitan menjadi 3 siswa, dari 4 siswa bercanda saat guru menjelaskan tentang permainan sekarang sudah tidak ada, dari 6 siswa mengalami kesulitan gerakan keseluruan sekarang tinggal 2 siswa, dari 13 siswa kurang aktif saat evaluasi sekarang tinggal 11 siswa.

Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran gerak dasar tolak peluru dengan peluru modifikasi kesimpulannya yaitu mengalami peningkatan yang maksimal. Saran yang diberikan yaitu apabila pembelajaran gerak dasar tolak peluru menggunakan peluru modifikasi maka hasil belajar siswa, hasil kinerja guru dan suasana akademik dapat meningkat.