SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Pembelajaran Gerak Dasar Lari Melalui Pendekatan Bermain Siswa Kelas IV SDN Watestani IV Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan

Juniarto Purnomo

Abstrak


ABSTRAK

 

Purnomo, Juniarto. 2011. Pengembangan Pembelajaran Gerak Dasar Lari Melalui Pendekatan Bermain Siswa Kelas IV SDN Watestani IV Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Asim, M. Pd, (II) Drs. Mulyani Surendra, M. S

 

Kata kunci: Pengembangan, Pembelajaran Gerak Lari, Pendekatan Bermain.

 

Di SDN Watestani IV pembelajaran pendidikan jasmanI khususnya pembelajaran lari, berdasarkan observasi awal berupa kuesioner analisis kebutuhan yang diberikan kepada guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, materi lari terdapat dalam kurikulum SDN Watestani IV, pembelajaran lari diajarkan pada kelas 4, 5, dan 6, dalam pembelajaran  lari  guru kurang memiliki referensi tentang permainan-permainan lari sehingga pembelajaran yang  dilakukan kurang menarik dan terkesan monoton.

Tujuan pengembangan pembelajaran lari melalui pendekatan bermain di SDN Watestani IV  ini adalah diharapakan siswa tertarik dan tidak merasa bosan terhadap  pembelajaran yang dilakukan sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, efektif dan menyenangkan.

Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah adalah sebagai berikut: 1) analisis kebutuhan, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli, 4) uji kelompok kecil, 5) revisi hasil uji kelompok kecil, 6) uji kelompok besar, 7) revisi hasil uji  kelompok besar kemudian menjadi produk akhir berupa model pembelajaran gerak lari menggunakan pendekatan bermain. Berdasarkan data menggunakan kuesioner untuk ahli dan siswa dengan kualifikasi 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmnai dan 1 ahli atletik, sedangkan untuk siswa dilakukan uji coba kelompok kecil sebanyak 12 siswa dan uji coba kelompok besar sebanyak 30 siswa.

Berdasarkan hasil evaluasi ahli diperoleh hasil sebagai berikut: dari ahli pembelajaran pendidikan jasmani 94% (baik), dari ahli atletik 75% (cukup baik). Sedangkan hasil dari uji coba kelompok diperoleh hasil sebagai berikut: dari uji coba kelompok kecil 94% (baik), dari uji kelompok besar (uji lapangan) 100% (baik).

Kesimpulan penelitian ini adalah: 1) dapat menarik perhatian siswa untuk mengikuti pembelajaran lari, 2) siswa dapat melakukan pembelajaran lari dengan mudah dan senang, 3) siswa dapat memperoleh kebutuhan gerak lari yang bervariasi.

Berdasarkan penelitian ini hendaknya guru pendidikan jasmani lebih kreatif dalam melakukan pembelajaran sehingga siswa merasa senang dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Penelitian pengembangan pembelajaran ini hendaknya dikembangkan pada pembelajaran cabang olahraga yang lain sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani.