SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Study Komparatif Perkembangan Kelincahan Antara Anak Usia 9, 10, 11 Tahun Di Dataran Rendah Dengan Dataran Tinggi Di Kabupaten Pasuruan

Chandra Nora Yuda

Abstrak


ABSTRAK

 

Anak usia 9, 10, 11 tahun saat ini terdapat di berbagai daerah, baik di kota maupun di desa, baik di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Terkait dengan letak geografis anak-anak seperti yang berada di dataran tinggi dan dataran rendah serta karakteristik anak-anak tersebut di atas, hal ini akan mempengaruhi terhadap tingkat perkembangan kelincahan masing-masing anak. Dengan demikian letak geografis suatu daerah tertentu seperti tempat tinggal dan berbagai jenis aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak berpengaruh terhadap tingkat kelincahan. Dengan kondisi daerah yang berbeda, berarti tingkat kelincahan yang diperoleh juga berbeda.

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kelincahan dan perbedaan perkembangan kelincahan antara anak putra usia 9, 10, 11 tahun yang berada di dataran rendah dan dataran tinggi di kabupaten pasuruan

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan pada satu waktu dan satu kali, tidak ada follow up, untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dengan variabel dependen (efek). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mengumpulkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.

Berdasarkan hasil output SPSS di dataran tinggi, tabel ANOVA menjelaskan bahwa nilai signifikansi kurang α=0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah. Begitu juga di dataran rendah, tabel ANOVA menjelaskan bahwa nilai signifikansi kurang α=0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa nilai signifikansi kurang α=0.05, artinya H0 ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara tingkat kelincahan anak putra usia 9, 10, 11 tahun di dataran rendah dan dataran tinggi. Hasil uji Tukey menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara perkembangan kelincahan anak putra di dataran tinggi dan dataran rendah pada usia 9 tahun ke 10 tahun, begitu juga dari 10 tahun ke 11 tahun. Perkembangan yang pesat dialami oleh anak putra usia 9 tahun ke 10 tahun, hal ini ditunjukkan dengan selisih rata-rata lebih besar dari pada usia 10 tahun ke 11 tahun.

Diharapkan kepada Guru mata pelajaran penjas yang berada di dataran tinggi maupun di dataran rendah agar dapat mengaplikasikan latihan kelincahan kepada siswa baik melalui permainan-permainan maupun melalui model-model lain yang tidak menjenuhkan bagi siswa. Setelah siswa memperoleh pengetahuan dan gambaran tentang latihan kelincahan, Diharapkan dalam latihan selanjutnya siswa terus melatih kelincahan sehingga perkembangan tingkat kelincahan berkembang semaksimal mungkin.