SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Lempar Lembing Menggunakan Pendekatan Permainan pada Siswa Kelas VIII B SMPK Sang Timur Malang.

Omeg Adyan Susanto

Abstrak


ABSTRAK

 

Susanto, Omeg Adyan. 2011. Meningkatkan Keaktifan Siswa  pada Pembelajaran Lempar Lembing Menggunakan Pendekatan Permainan pada Siswa Kelas VIII B SMPK Sang Timur Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mu’arifin, M.Pd, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd., M.Pd.

 

Kata kunci: meningkatkan keaktifan, pembelajaran, pendekatan permainan, lempar lembing.

 

Di dalam dunia pendidikan, untuk mencapai kualitas pembelajaran yang baik, maka diperlukan juga manajemen kurikulum yang baik pula. Salah satu kurikulum yang dipakai akhir-akhir ini adalah kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu materi dalam kurikulum tersebut adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada materi Pendidikan Jasmani terdapat materi yang berisi tentang keterampilan peserta didik dalam melaksanakan olahraga cabang atletik, salah satunya adalah lempar lembing.

Demikian juga dengan kurikulum KTSP di SMPK Sang Timur yang menekankan siswa agar siswa dapat menemukan jati diri dengan belajar secara aktif, mandiri, dan kreatif. Salah satu materinya, yaitu pembelajaran lempar lembing, masalah praktis yang dihadapi adalah bahwa peserta didik belum belajar secara aktif dan mandiri. Keaktifan peserta didik kelas VIII B SMPK Sang Timur yang masih kurang dan masih dalam kategori kurang aktif, sehingga peneliti ingin melakukan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan permainan yang digunakan  untuk membantu meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas VIII B SMPK Sang Timur Malang. Pembelajaran lempar lembing menggunakan lembing standar, mengharuskan siswa belajar di tempat yang jauh dan mengurangi aktivitas siswa yang berakibat pada tingkat keaktifan siswa SMPK Sang Timur yang hanya sebesar 46,56% dengan penjelasan pada masing-masing indikator sebagai berikut: 1) sportivitas dalam bermain sebesar 36,25%, 2) memberi saran pada teman sebesar 48,75%, 3) memperhatikan saran dari teman atau guru sebesar 38,75%, 4) saat pemanasan sebesar 67,50%, dan pada saat materi inti sebesar 46,25%, 5) semangat sebesar 43,75%, kesenangan saat belajar sebesar 45,00%, dan tetap beraktivitas sebesar 46,25%, .

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Dimana pada penelitian ini terdapat empat tahap yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan,          3) pengamatan, 4) refleksi yang kemudian bila ternyata belum mencapai target maka diadakan siklus selanjutnya sampai persyaratan belajar terpenuhi. Tindakan dilakukan dengan memodifikasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan permainan. Data  dikumpulkan melalui instrumen penelitian yang terdiri dari lembar observasi keaktifan belajar peserta didik,dan catatan lapangan.

Pada siklus pertama diperoleh peningkatan menjadi 54,30%  atau meningkat sebesar 7,74% dari prasiklus. Pada siklus kedua diperoleh peningkatan menjadi 64,45%  atau meningkat sebesar 10,15% dari siklus I. Pada siklus ketiga diperoleh peningkatan menjadi 71,18%  atau meningkat sebesar 6,73% dari siklus II. Pada siklus keempat diperoleh peningkatan menjadi 80,35%  atau meningkat sebesar 9,17% dari siklus III.

Dengan hasil tersebut, maka peneliti bersama dengan guru selaku observer merasa cukup dan menghentikan penelitian. Keaktifan peserta didik berada dalam kategori sangat aktif yaitu diantara 81%-100%.