SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Permainan pada Pembelajaran Lari Sprint 50 m Kelas VII SMP Negeri 3 Batu

nurul fadilah

Abstrak


ABSTRAK

 

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila menempati kedudukan utama, yaitu sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa sudah seharusnya Pancasila di terapkan secara konsisten dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sarana untuk pembudayaan Pancasila yang efektif salah satunya melalui proses pendidikan. Sesuai amanat UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1ayat 3 yang berbunyi “Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman”, sehingga pembudayaan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar merupakan suatu kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan pembudayaan nilai- nilai Pancasila melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, mengetahui pelaksanaan pembudayaan nilai-nilai Pancasila melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pembudayaan nilai-nilai Pancasila melalui penataan suasana sekolah di SDN. Sumber Asri 5 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, dan mengetahui upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam mengatasi kendala pembudayaan nilai-nilai Pancasila melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari guru-guru SDN Sumber Asri 5 dan siswa-siswi SDN Sumber Asri 5. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilaksanakan dengan cara: koleksi data, reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Untuk menjamin keabsahan temuan data dilakukan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan perpanjangan keikutsertaan.

Hasil penelitian menunjukkan (1) sebelum pelaksanaan PNP diadakan musyawarah antara kepala sekolah, guru, dan komite sekolah untuk membahas pelaksanaan PNP melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5, rencananya PNP akan dilaksanakan melalui dua jalur yaitu penataan suasana sekolah dalam bentuk fisik dan penataan suasana sekolah dalam bentuk non fisik(2) Pelaksanaan PNP melalui penataan suasana sekolah dilakukan dalam ii bentuk fisik dan non fisik. Penataan suasana sekolah SDN Sumber Asri 5 dalam bentuk fisik meliputi penataan ruang kelas, ruang guru, halaman sekolah, mushola, perpustakaan, ruang uks, kamar kecil dan kamar mandi, pagar sekolah, tempat sampah, dan tiang bedera.Sedangkan penataan suasana sekolah dalam bentuk non fisik meliputi slogan-slogan yang sesuai dengan pembudayaan nilai- nilai Pancasila, contoh-contoh perilaku dari guru dan kegiatan rutin meliputi kegiatan upacara bendera, senam pagi, dan apel pagi. (3) Kendala-kendala yang dihadapi dalam PNP melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5 meliputi: (a) Kurangnya perhatiaan orang tua kepada proses pendidikan anak- anaknya. (b) Belum semua guru mengenal pembudayaaan nilai-nilai Pancasila. (c) Kurangnya dukungan dari kebijakan Pemerintah baik pusat maupun daerah terhadap pembudayaaan nilai-nilai Pancasila. (d) Adanya anggapan sinis dari masyarakat tentang pembudayaan nilai-nilai Pancasila ini karena dianggap pembudayaan ini sama dengan P4. (e) Anggaran dana program pembudayaan nilai-nilai Pancasila di SDN Sumber Asri 5 tidak 100% keluar semua. (4) Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala-kendala PNP melalui penataan suasana sekolah di SDN Sumber Asri 5 meliputi: (a) Sekolah secara kelembagaan mensukseskan pembudayaan nilai-nilai Pancasila melalui kebijakan kepala sekolah. (b) Sekolah melaksanakan program pembudayaan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan petunjuk dari konsultan PNP Propinsi. (c) Memberikan penjelasan kepada masyarakat kalau membudayakan pancasila sangat penting untuk dilaksanakan saat ini. (d) Meningkatkan sarana dan prasarana di sekolah yang sesuai dengan PNP.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan (1) Sebaiknya Dinas Pendidikan baik pusat maupun daerah hendaknya menjadikan program pembudayaan nilai-nilai Pancasila sebagai program wajib yang harus diterapkan di setiap sekolah baik di SD, SMP muapun SMA. (2) Sebaiknya kepala sekolah lebih aktif dalam mengevaluasi pelaksanaan dari pembudayaan nilai-nilai Pancasila melalui penataan suasana sekolah di sekolahnya. (3) Sebaiknya guru- guru lebih memahami kembali esensi pembudayaan nilai-nilai Pancasila ini dan lebih pro aktif dalam mengembangkan nilai-nilai Pancasila kepada siswanya. (4) Sebaiknya petugas apel pagi tidak hanya siswa kelas 4, 5, dan 6 saja, tetapi siswa kelas 2 dan 3 juga menjadi petugas apel pagi. (5) Sebaiknya foto kepala sekolah tidak diletakkan di bawah foto presiden, wakil presiden, dan lambang Garuda Pancasila. Alangkah lebih baiknya foto kepala sekolah diletakkan di tempat foto para guru.