SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Model Pengenalan Air Melalui Permainan Air Bagi Pebelajar Renang Pemula di SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang

feny kristiningrum

Abstrak


ABSTRAK

 

Kristiningrum, Feny. 2011.Pengembangan Model Pengenalan Air Melalui Permainan Air Bagi Pebelajar Renang Pemula di SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang

 

Kata kunci : pengembangan, pengenalan air, permainan  air.

Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 17 pebruari 2011 di SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang kepada siswa kelas IV dan  guru Pedidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, guru  belum pernah memberikan pengenalan air dengan permainan tetapi guru hanya membiasakan siswa sebelum masuk ke dalam kolam renang siswa duduk ditepi kolam sambil mengayun-ayunkan kaki dan menyelam  beberapa detik. pada aktivitas meluncur, sebagaian besar siswa (75%) tidak dapat melaksanakan dengan baik siswa melakukan maksimal hanya sampai 1,5-2 meter saja. Sulitnya menerima materi renang di sebabkan adanya bayangan rasa takut tenggelam dibenak mereka. Dengan adanya perasaan itu siswa tidak dapat melakukan aktivitas air dengan baik sesuai dengan intruksi dari guru.

Dalam pengembangan  model pengenlan air melalui permainan air bagi pebelajar renang pemula di SDN Dawuhan Lor  03 kabupaten Lumajang  ini menggunakan model pengembangan Research & Development (R & D) dari Borg and Gall yang dimodifikasi (1983:775), yaitu peneliti hanya mengambil 7 langkah dari 10 langkah yang ada. Menurut Ardana (2002:9) bahwa Setiap pengembangan tentu saja dapat memilih dan menentukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yang dihadapinya dalam proses pengembangan.

Penelitian ini dilakukan di SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang. Subjek uji coba terdiri dari (1) tinjauan ahli terdiri dari, 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, 2 ahli renang, (2) uji coba kelompok kecil dengan melibatkan 12  siswa kelas IV SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang, (3) uji coba kelompok besar dengan melibatkan 45  siswa kelas IV  SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang.

Dari pengembangan dan prosedur yang dilakukan di atas, diperoleh kesimpulan bahwa pengembangan model pengenalan air melalui permainan air dapat digunakan dan dapat dipraktekkan oleh siswa kelas IV SDN Dawuhan Lor 03 Kabupaten Lumajang. Yang dapat dibuktikan dari hasil yang sudah memenuhi kreteria dapat digunakan yaitu untuk ahli pembelajaran, dapat digunakan untuk ahli renang, sudah memenuhi kreteria sehingga dapat digunkan untuk uji coba (kelompok kecil), dan sudah memenuhi kreteria sehingga dapat digunakan untuk uji lapangan (kelompok besar)

Untuk perbaikan pengembangan  model pengenalan air melalui permainan air bagi pebelajar renang pemula ini disarankan agar adanya tindak lanjut oleh peneliti lain yang sesuai dengan pengembangan ini, dengan maksud untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada pada pengembangan ini. Sehingga hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan dengan baik