SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Standar Kompetensi Menerapkan Budaya Hidup Sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer untuk siswa kelas IV sekolah dasar

Novika Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Novika. 2011. Pengembangan Standar Kompetensi Menerapkan Budaya Hidup Sehat melalui Multimedia Interaktif Berbasis Komputer untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar . Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Wasis Djoko Dwiyogo, M.Pd. (2) Drs. Heru Widijoto, M.S.

 

Kata kunci: Pengembangan, Menerapkan Budaya Hidup Sehat, Mutimedia Interaktif,

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Menerapkan budaya hidup sehat merupakan salah satu standar kompetensi yang ada pada kelas IV Sekolah Dasar mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Berdasarkan analisis kebutuhan di tiga sekolah dasar yaitu di SDN Percobaan 1 Malang, SDN Klojen Malang dan SDN Madyopuro 5, referensi yang digunakan sangat kurang khususnya tentang kesehatan dan hanya menggunakan buku paket 1996-1997 dan LKS Pendidikan Jasmani, Olahraga Dan Kesehatan. Kurangnya perhatian siswa tentang kebersihan lingkungan terlihat saat siswa membuang sampah sembarangan di halaman sekolah padahal di tempat tersebut terdapat banyak slogan-slogan tentang kebersihan dan di lacilaci bangku terdapat sampah kertas dan bungkus jajan. Kurangnya referensi tentang kesehatan dan kurangnya perhatian siswa tentang kebersihan lingkungan maka dibutuhkan media pembelajaran tentang budaya hidup sehat khususnya kebersihan lingkungan yang dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami konsep dan contoh tentang kebersihan lingkungan. Budaya hidup sehat merupakan standar kompetensi yang terdapat di kelas IV khususnya tentang kebersihan lingkungan mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Berdasarkan hasil pengamatan terlihat siswa kelas IV sangat senang dengan pembelajaran yang berhubungan dengan komputer, oleh karena itu peneliti mengembangkan standar kompetensi menerapkan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk mengembangkan standar kompetensi menerapkan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar yang diharapkan dapat membantu siswa dalam memahami konsep dan contoh. Dalam metode penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan model penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun prosedur penelitian dan pengembangan sebagai berikut: 1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan dengan angket yang ditujukan kepada 3 orang guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dan pengamatan kepada siswa kelas IV, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, 1 ahli kesehatan dan 1 ahli media, yang menghasilkan berupa produk awal, 4) revisi rancangan produk berdasarkan ii evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal) dan uji coba lapangan pada kelompok kecil dengan menggunakan 6 subyek kelas IV, 5) revisi hasil dari uji coba lapangan pada kelompok kecil, 6) uji coba lapangan pada kelompok besar menggunakan 45 subyek kelas IV, 7) revisi dari hasil uji coba lapangan pada kelompok besar kemudian menjadi produk akhir berupa budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer untuk siswa kelas IV Sekoalah Dasar.

Hasil pengembangan produk berupa multimedia interaktif dengan standar kompetensi menerapkan budaya hidup sehat untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pengembangan produk standar kompetensi menerapkan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer menggunakan aplikasi Microsoft Office Powerpoint sebanyak 169 slide yang berisi 4 kompetensi dasar yaitu kompetensi dasar pertama “menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah” terdapat di slide 3 sampai slide ke-61. Kompetensi dasar kedua “membiasakan membuang sampah pada tempatnya” terdapat di slide 62 sampai slide ke-119. Kompetensi dasar ketiga “mengenal berbagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan” terdapat di slide 120 sampai slide ke-141. Kompetensi dasar keempat “menjaga kebersihan lingkungan terhadap sumber penularan penyakit seperti nyamuk dan unggas” terdapat di slide 142 sampai slide ke-168. Hasil pengembangan melalui multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat ini memenuhi kriteria baik dan dapat digunakan dengan hasil uji coba lapangan awal terhadap efektivitas multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai 92%, hasil uji coba lapangan terhadap efektivitas multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai 94%. Untuk hasil uji coba lapangan awal terhadap efisiensi multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai waktu 81 menit 3 detik, untuk hasil uji coba lapangan terhadap efisiensi multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai waktu 80 menit 8 detik. Untuk hasil uji coba lapangan awal terhadap daya tarik multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai 100%, untuk hasil uji coba lapangan terhadap daya tarik multimedia interaktif menerapkan budaya hidup sehat mencapai 100%.

Berdasarkan hasil analisis data uji coba lapangan awal terhadap 6 orang siswa dan uji coba lapangan terhadap 45 orang siswa kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang, SDN Klojen Malang, dan SDN Madyopuro 5 multimedia interaktif berbasis komputer menerapkan budaya hidup sehat untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar dinyatakan baik dan dapat digunakan. Peneliti memiliki beberapa saran terhadap produk pengembangan standar kompetensi menerapkan budaya hidup sehat melalui multimedia interaktif berbasis komputer untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar yaitu bagi sekolah dapat membantu dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, disesuaikan dengan keadaan sekolah yang akan dituju agar dapat digunakan dengan maksimal. Dapat digunakan baik siswa maupun guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan sebagai salah satu media pembelajaran. Dengan semakin banyak media yang dikembangkan dan lebih menarik maka pembelajaran akan lebih menyenangkan dan diharapkan dengan media pembelajaran multimedia interaktif siswa akan lebih mudah dalam memahami pelajaran.