SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Cakram Dari Bahan Kayu Bekas Dengan Lapisan Almunium Pada Pembelajaran Lempar Cakram Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Adhitya Yudha Putra

Abstrak


ABSTRAK

 

Putra, Adhitya Yudha. 2011. Pengembangan Media Cakram Dari Bahan Kayu Bekas Dengan Lapisan Almunium Pada Pembelajaran Lempar Cakram Untuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Dra. Sri Purnami, M, Pd.

 

Kata kunci: Pengembangan, Pembelajaran, Lempar cakram, Cakram kayu

Di dalam dunia pendidikan, pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan satu mata pelajaran yang harus dimasukan dalam kurikulum di semua jenis dari jenjang pendidikan mulai dari Taman Kanank- kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), sampai dengan Perguruan Tinggi (PT). Aktifitas jasmani dalam pendidikan jasmani telah mendapat sentuhan didaktik-metodik sehingga dapat di arahkan pada usaha pencapaian tujuan pembelajaran yaitu mengembangkan organik, neuromoskuler, intelektual dan emosional. Salah satu kendala dalam mengembangkan tujuan pembelajaran adalah rendahnya rasa partisipasi pembelajaran siswa khususnya kualitas hasil belajar. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya-upaya guna meningkatkan minat dan motivasi pada siswa dalam aktifitas proses pembelajaran, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hasil belajar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah merancang pembelajaran secara sistematis, dengan cara memberdayakan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Dengan demikian, perlu adanya komitmen tinggi bagi para guru yang lebih menekankan pada pemberdayaan teknologi pembelajaran dan media pembelajaran di kelas. Salah satu yang kurang diperhatikan dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan kesehatan adalah pelajaran atletik. Banyak berbagai cabang atletik diantaranya adalah jalan, lari, lompat, lempar. Dalam nomor lempar juga terdapat banyak cabang diantaranya adalah tolak peluru, lempar lembing, lontar martil dan lempar cakram. Dari keempat golangan diatas yang akan dibahas lebih lanjut adalah lempar cakram. Untuk mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran lempar cakram di sekolah, tentunya diperlukan adanya sarana dan prasarana yang memadai, hal ini yang menjadi salah satu faktor menghambat proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan lempar cakram di sekolah.

Dari hasil observasi dan wawancara terhadap guru pendidikan jasmani SMP Negeri 4 Kraksaan, pada saat pembelajaran lempar cakram cakram yang digunakan adalah cakram yang standart, berkaitan dengan jumlah media cakram yang tidak memungkinkan dan dirasakan media cakram terlalu berat yang digunakan dalam proses pembelajran lempar cakram. Hal inilah yang menghambat keberlangsungan pembelajaran dan rendahnya rasa partisispasi siswa dalam pembelajaran lempar cakram. Dari hasil angket siswa yang berkaitan dengan pembelajran lempar cakram di SMP 4 Negeri Kraksaan terdapat banyak keluhan diantaranya adalah: (1) 80% siswa merasa tidak senang dengan pembelajaran lempar cakram dan 20% siswa merasa menyenangkan dengan ii pembelajaran lempar cakram, dan (2) 83,33% dirasakan karena cakram yang digunakan terlalu berat bagi siswa, 10% dirasakan karena bentuknya kurang teratur, dan 6,66% dikarenakan cakram licin. Data di atas diambil dari 30 siswa yang telah di observasi. Maka dalam hal ini perlu adanya pengembangan media cakram sangat dibutuhkan. Tujuan pengembangan dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan model cakram dari kayu bekas dengan lapisan almunium yang dapat memenuhi rasa senang dan antusias bagi siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan Kabupaten Probolinggo, sehingga mereka lebih antusisas dan bersemangat dalam pembelajaran lempar cakram. Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengambangan Borg & Gall yang di modifikasi menjadi 7 langkah yaitu: (1) pengumpulan informasi dari hasil observasi dan wawancara (analisis kebutuhan), (2) mengembangkan produk dari observasi dan wawancara, (3) proses pembuatan produk dan evaluasi ahli, (4) Uji coba (kecil) menggunakan 12 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan, (5) revisi rencana produk hasil dari uji coba (kelompok kecil), (6) uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 40 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan, (7) produk akhir hasil pengembangan dari hasil uji lapangan (kelompok besar) Dari penelitian dan pengembangan dan prosedur yang dilakukan di atas dihasilkan produk yaitu cakram dari bahan kayu bekas dengan lapisan almunium untuk pembelajaran lempar cakram kelsa VII SMP Negeri 4 Kraksaan. Spesifikasi cakram terbuat dari kayu bekas tersebut ada 2 yaitu: (1) cakram yang pertama atau model A dengan berbahan kayu angsana, berdiameter 18 cm dengan kedua sisi cembung, ketebalan tengah 2,5 cm, ketebalan tepi 0,5 cm, berat 0,75 kg, pinggiran almunium, (2) cakram yang kedua atau model B berbahan kayu angsana, berdiameter 21 cm dengan kedua sisi cembung, ketebalan tengah 2,5 cm ketebalan tepi 0,5 cm, berat 1,25 kg, pinggiran almunium.

Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh hasil pengembangan media cakram dari bahan kayu bekas dengan lapisan almunium untuk siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan dapat digunakan karena memenuhi kriteria valid dengan presentase 95,83%. Dan hasil uji lapangan (kelompok besar) juga diperoleh hasil valid/digunakan dengan presentase 96,25%. Produk penelitan dan pengembangan media cakram dari bahan kayu bekas dengan lapisan almunium untuk pembelajaran lempar cakram siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kraksaan ini disarankan dapat dijadikan sarana untuk pembelajaran khususnya lempar cakram oleh guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah. Dalam hal pemanfaatan produk cakram dari bahan kayu bekas dengan lapisan almunium ini harus diperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Sebagai upaya penyebarluasan produk yang telah dikembangkan kesasaran yang lebih luas sebaiknya produk yang telah dikembangakan ini dievaluasi kembali disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Dan disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga hasil pengembangan ini dapat dimanfaatkan dengan baik.