SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan lembing sederhana dari karton bekas gulungan kain sebagai media pembelajaran lempar lembing kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar.

Arief Yuni Admoko

Abstrak


ABSTRAK

 

Admoko, Arief, Yuni. 2011. Pengembangan lembing sederhana dari karton bekas gulungan kain sebagai media pembelajaran lempar lembing kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Heru Widijoto, M.S, (II) Drs. Tatok Sugiarto, S.Pd, M.Pd.

 

Kata kunci: Pengembangan, Lembing sederhana, Pembelajaran,

Media Pembelajaran. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan umum, memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari baik secara fisik maupun psikis guna meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani. Pada sekolah menengah pertama, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan suatu mata pelajaran yang harus ada dan diajarkan. Salah satu ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan untuk jenjang SMP/MTs adalah permainan dan olahraga. SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar merupakan sekolah yang mengajarkan lempar lembing sebagai bagian dari ruang lingkup permainan dan olahraga. Pada penelitian awal yang dilakukan di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar melalui penyebaran angket analisis kebutuhan (need assessment) terhadap guru pendidikan jasmani pada 12 Maret 2011 mendapatkan hasil bahwa lembing yang digunakan dalam pembelajaran lempar lembing adalah lembing yang sebenarnya atau lembing standar, siswa kurang begitu senang mengikuti pembelajaran lempar lembing. Sedangkan terhadap 35 siswa kelas VII mendapatkan hasil 24 siswa (68,571%) menyatakan tidak senang dengan materi lempar lembing, 29 siswa (82,858%) menyatakan takut dengan lembing yang digunakan, 32 siswa (91,428%) menyatakan tidak bisa melakukan teknik lempar lembing dengan benar. Maka dalam hal ini perlu adanya suatu pengembangan dalam pembelajaran lempar lembing, Sementara itu guru belum pernah memberikan pembelajaran lempar lembing menggunakan lembing sederhana dari karton bekas gulungan kain, guru menyatakan setuju apabila pembelajaran lempar lembing dikembangkan dengan lembing sederhana dari karton bekas gulungan kain.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengembangkan lembing sederhana yang terbuat dari karton bekas gulungan kain sebagai media pembelajaran lempar lembing pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar yang diharapkan dapat membuat siswa merasa senang dan tidak takut dengan lembing yang digunakan pada pembelajaran lempar lembing. Model pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi 7 langkah yaitu: (1) Pengumpulan informasi dari observasi dan wawancara (analisis kebutuhan), (2) mengembangkan bentuk persiapan dari rencana produk, (3) proses pembuatan produk dan evaluasi ahli, (4) uji coba (kelompok kecil) menggunakan 7 siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar, (5) revisi rencana produk hasil dari uji coba (kelompok kecil), (6) uji lapangan (kelompok besar) menggunakan 35 siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar, (7) produk akhir hasil pengembangan hasil dari uji lapangan (kelompok besar). Dari hasil uji coba (kelompok kecil) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam pengembangan lempar lembing pada 7 siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 76-100%. Sedangkan hasil uji lapangan (kelompok besar) diperoleh bahwa seluruh aspek dalam lempar lembing pada 35 siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 76-100%.

Berdasarkan hasil uji coba (kelompok kecil) dan uji lapangan (kelompok besar), maka diperoleh bahwa produk pengembangan lempar lembing pada siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Ponggok Kabupaten Blitar tersebut telah memenuhi kriteria baik yaitu antara 76-100%, sehingga dapat digunakan. Hasil penelitian dan pengembangan ini hanya terbatas pada pengembangan produk, maka peneliti menyarankan agar dilakukan penelitian selanjutnya yang menguji tentang tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan.