SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Lari

ITA NURUL LAILIN

Abstrak


ABSTRAK

 

Lailin, Ita Nurul. 2011. Peningkatan Keaktifan Siswa dalam Pembelajaran Lari Sprint . Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Malang. Pembimbing: (1) Drs. Setyo Budiwanto, M.Kes (2) Drs. Mulyani Surendra, M.S

 

Kata kunci: sprint 50 meter.

Hal ini berdasarkan wawancara dengan guru pendidikan jasmani bahwa keaktifan siswa dalam pembelajaran lari sprint 50 meter masih tergolong kurang karena pembelajaran dalam atletik khususnya lari sprint 50 meter kurang disenangi siswa sehingga siswa cenderung kurang aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran atletik lari sprint 50 meter juga masih rendah, ada 40,47% siswa yang tergolong aktif dan 59,53% siswa tergolong tidak aktif. Dalam atletik diperlukan pengembangan atletik yang memiliki unsur permainan. Untuk itu perlu adanya metode dengan bentuk-bentuk permainan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( Classroom Action Research ). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus dimana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMP Negeri 10 Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, angket, catatan lapangan.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keaktifan siswa dari siklus ke siklus. Peningkatan keaktifan siswa pada saat pembelajaran pada siklus 1 mencapai 66,67%. Sedangkan peningkatan pada siklus 2 keaktifan siswa pada saat pembelajaran mencapai 90%. Peningkatan juga terjadi pada respon siswa melalui angket dari siklus 1 yaitu 76,19% dengan kategori baik menjadi 88,09% pada siklus 2 dengan kategori baik sekali. Peningkatan keaktifan siswa juga terlihat pada hasil observasi teknik lari sprint 50 meter pada siklus 1 yaitu 73,80% menjadi 90% pada siklus 2. Pengamatan teknik lari sprint 50 meter berdasarkan 4 indikator yaitu sikap badan condong ke depan, pandangan lurus ke depan, gerakan lengan diayun ke depan dan ke belakang, dan gerakan kaki dengan tumpuan ujung telapak kaki.

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan bagi guru Pendidikan Jasmani di SMP, penerapan bentuk-bentuk permainan dapat dijadikan alternatif pilihan dalam pembelajaran lari sprint 50 meter karena berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan bentuk-bentuk permainan dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas VIIC SMP Negeri 10 Malang. ii Keaktifan siswa, Lari sprint 50 meter, bentuk-bentuk permainan. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa siswa kelas VIIC terlihat kurang bersemangat dalam pembelajaran atletik khususnya lari 50 meter dengan Penerapan Bentuk-bentuk Permainan sebagai Latihan Pemanasan pada Siswa Kelas VIIC di SMPN 10 Malang