SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PERMAINAN LAPE DI KABUPATEN DOMPU PULAU SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT

m. syamsurizal

Abstrak


ABSTRAK

 

Hingga saat ini, buku dianggap sebagai salah satu media tulisan yang dapat digunakan untuk mempromosikan dan mengenalkan  semua jenis kebudayaan yang ada di Indonesia. Pertimbangannya pemilihan buku sebagai media untuk mempromosikan budaya tersebut dikarenakan buku memiliki banyak keuntungan: sederhana, mudah diakses dan mudah untuk diletetakkan dimana saja. Salah satu kebudayaan yang dapat direpresentatifkan dalam bentuk sebuah buku adalah  permainan “Lape”. Permainan “Lape” itu sendiri berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), terutama di kabupaten Dompu dan Bima.

Permainan “Lape” hampir mirip dengan bulutangkis. Perbedaan diantara kedua permainan/olahraga ini hanya terdapat pada jenis alat pemukul dan bola (kok) yang digunakan. Alat pemukul yang digunakan dalam permainan “Lape” terbuat dari kayu yang bentuknya menyerupai dayung sampan dan bola (kok) terbuat dari karet dan bulu unggas yang berwarna putih. Tujuan yang ingin dicapai adalah mempopulerkan permainan lape yang belum diketahui oleh masyarakat luas dalam bentuk buku.

Dalam penelitian ini model pengembangan dari sepuluh langkah penelitian pengembangan dari Borg and Gall (1983:775), peneliti tidak menggunakan keseluruhan tetapi hanya menggunakan 7 langkah. Adapun 7 langkah yang dipilih oleh peneliti untuk pengembangan buku permainan lape di kabupaten Dompu adalah sebagai berikut: 1) riset dan pengumpulan informasi dalam melakukan penelitian awal atau analisis kebutuhan (need assesment) dengan angket yang ditujukan kepada 15 masyarakat Dompu, serta wawancara kepada tokoh-tokoh masyarakat, 2) pengembangan rancangan produk, 3) evaluasi para ahli dengan menggunakan 1 ahli permainan, 1 ahli media pembelajaran, yang menghasilkan berupa produk awal, 4) revisi rancangan produk berdasarkan evaluasi para ahli (hasil rancangan produk berupa produk awal) dan uji coba lapangan pada kelompok kecil, 5) revisi hasil dari uji coba lapangan pada kelompok kecil, 6) uji coba lapangan pada kelompok besar, 7) revisi dari hasil uji coba lapangan pada kelompok besar kemudian menjadi produk akhir berupa buku  permainan lape di Kabupaten Dompu Pulau Sumbawa Nusa tenggara barat.

Lokasi penelitian adalah di Kelurahan Simpasai, Kelurahan Kandai II, Kelurahan Monta Baru dan Desa Wawonduru di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Subjek uji coba dalam pengembangan buku permainan lape di kabupaten Dompu ini terdiri dari (1) tinjauan ahli, terdiri dari seorang ahli permainan dan seorang ahli media, (2) mayarakat Kecamatan Woja dari empat Kelurahan/desa di Kabupaten Dompu sebagai kelompok uji coba dengan jumlah 12 masyarakat untuk uji coba kelompok kecil dan 30 masyarakat untuk uji kelompok lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument untuk para ahli serta pedoman pertanyaan untuk masyarakat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan persentase.

Hasil pengembangan buku permainan lape di Kabupaten Dompu ini memenuhi kriteria sangat baik untuk ahli media (83,52%), memenuhi kriteria sangat baik untuk masyarakat pada uji coba kelompok kecil adalah (80,78%) dan uji coba lapangan adalah (82,55%). Ini berarti pengembangan buku permainan lape di kabupaten Dompu dapat digunakan di masyarakat Dompu khususnya di Kecamatan Woja. Berdasarkan penelitian ini, disarankan agar dilakukan uji coba secara berulang-ulang pada subjek yang lebih besar.