SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Bermain Engklek untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Dasar Tumpuan dalam Pembelajaran Lompat Jangkit pada Siswa Kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan

Cendikia Bara Satyagraha

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Satyagraha, Cendikia Bara. 2011. Penerapan Model Bermain Engklek untuk Meningkatkan Kemampuan Gerak Dasar Tumpuan dalam Pembelajaran Lompat Jangkit pada Siswa Kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M.Kes, (II) Drs. Mulyani Surendra, M.S.

 

Kata kunci: Peningkatan, Kemampuan, Lompat Jangkit, Model Bermain Engklek.

Salah satu materi yang dipelajari pada pendidikan jasmani yaitu atletik. Atletik adalah cabang olahraga yang meliputi jalan, lari, lompat, dan lempar. Salah satu materi atletik yang terdapat dalam standar kompetensi Sekolah Dasar kelas V adalah lompat jangkit. Lompat jangkit merupakan salah satu olahraga atletik nomor lompat dengan tiga tahap lompatan atau tumpuan yaitu hop-step-jump. Berdasarkan hasil observasi awal, diperoleh hasil bahwa penguasaan keterampilan lompat jangkit siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan terdapat banyak kesalahan yaitu pada saat gerakan jingkat dan langkah. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu proses belajar mengajar yang sesuai dengan anak-anak sekolah dasar yaitu pembelajaran pendidikan jasmani melalui pendekatan bermain, yaitu model bermain engklek.

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran lompat jangkit pada siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V-A SDN Sidoharjo 1 Kecamatan Lamongan.

Hasil penelitian ini telah terbukti bahwa model bermain engklek mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Pada siklus I, gerakan jingkat yang pada awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 70% berkurang menjadi 30%, pada siklus II berkurang menjadi 15%. Sedangkan pada gerakan langkah yang awalnya siswa mengalami kesalahan sebanyak 75% berkurang menjadi 25%, pada siklus II berkurang menjadi 10%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan penguasaan keterampilan lompat jangkit, yaitu terlihat dari perbandingan antara hasil pada saat sebelum tindakan dan setelah dilakukan tindakan. Secara umum hasil tes pada siklus pertama mengalami peningkatan pada siklus kedua. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa aspek teknik jingkat dinyatakan tuntas karena sudah melewati batas keberhasilan tindakan dengan kategori baik yang memiliki rentang nilai yaitu 76-100%.

Peneliti menyarankan kepada guru pendidikan jasmani hendaknya model permainan engklek disiapkan untuk siswa yang mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran lompat jangkit pada kelas lain.