SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Jasmani Melalui Permainan Kecil pada Siswa-Siswi Kelas II SD Negeri Sumbersari II Malang

Fredy Gustriansyah

Abstrak


ABSTRAK

 

Gustriansyah, F. 2010. Meningkatkan Keaktifan Belajar Pendidikan Jasmani Melalui Permainan Kecil Pada Siswa-siswi Kelas II Di SD Negeri Sumbersari II Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd, (II) Drs. I Nengah Sudjana, M.Pd.

 

Kata Kunci: keaktifan belajar, permainan kecil

Keaktifan belajar sangat diperlukan dalam kegiatan belajar di kelas. Keaktifan belajar yang kurang menjadikan pembelajaran yang ada di kelas menjadi tidak menarik. Siswa sebagai subjek didik dalam pembelajaran harus diberikan dalam pelaksanaan kegiatan sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran pada siswa-siswi tingkat sekolah dasar (SD) harus lebih menekankan pada kegiatan bermain dalam penyampaian kegiatannya, karena pada masa perkembangan anak usia 6-12 tahun, seorang anak mempunyai minat kegiatan bemain yang makin luas. Masa ini juga disebut masa bermain. Permainan merupakan sarana seorang guru dalam menerapkan pembelajaran yang bertujuan, dinamis dan dapat mengaktifkan siswa terutama bagi pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar khususnya di SD Negeri Sumbersari 2 Malang. Penerapan pembelajaran yang membutuhkan peran aktif semua siswa, begitu halnya dengan permainan yang membutuhkan kesempatan siswa untuk berpartisipasi dalam aktivitas bermain. Adapun tujuan penelitian ini adalah ingin meningkatkan keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani melalui  kegiatan bermain pada kelas II di SD Negeri Sumbersari II Malang.

Penelitian ini dilakukan pada siswa-siswi kelas 2 di SD Negeri Sumbersari II Malang yang terletak di Jalan Sumbersari gang V Malang dengan jumlah siswa terdiri dari 27 anak dengan klasifikasi putra 16 anak dan putri 11 anak. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dengan studi kasus dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan untuk menjawab fokus penelitian yaitu dengan observasi kegiatan pembelajaran, mencatat semua kejadian yang ada di lapangan dan mendokumentasikan melalui foto atau video.

Hasil penelitian ini telah terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa-siswi kelas 2 SD Negeri Sumbersari 2 Malang. Berdasarkan hasil pengamatan pada observai awal yang dilakukan oleh 2 observer bahwa tingkat keaktifan siswa kurang yaitu observer 1  dengan persentase 44% dan observer 2 dengan persentase 46% berkurang. Pada pertemuan pertama, siswa yang aktif mencapai persentase 65% dan yang memiliki tingkat keaktifan cukup mencapai 35% yang dilakukan pengamatan oleh observer I, sedangkan berdasarkan pengamatan observer II siswa yang aktif mencapai 62% dan yang cukup aktif 38%. Pada pertemuan kedua, siswa yang aktif mencapai persentase 77% dan yang memiliki tingkat keaktifan cukup mencapai 23% yang dilakukan pengamatan oleh observer I, sedangkan berdasarkan pengamatan observer II siswa yang aktif mencapai 81% dan yang cukup aktif 19%. Pada pertemuan ketiga, siswa yang aktif mencapai persentase 92% dan yang memiliki tingkat keaktifan cukup mencapai 8% yang dilakukan pengamatan oleh observer I, sedangkan berdasarkan pengamatan observer II siswa yang aktif mencapai 88% dan yang cukup aktif 12%. Pada pertemuan pertama siklus 2, siswa yang sangat aktif mencapai persentase 58% dan yang aktif  mencapai 42% yang dilakukan pengamatan oleh observer I, sedangkan berdasarkan pengamatan observer II siswa yang sangat aktif mencapai 54% dan yang aktif 46%. Pada pertemuan kedua siklus 2, siswa yang sangat aktif mencapai persentase 69% dan yang memiliki tingkat keaktifan aktif  mencapai 31% yang dilakukan pengamatan oleh observer I, sedangkan berdasarkan pengamatan observer II siswa yang sangat aktif mencapai 69% dan yang aktif 31%.

Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa permainan kecil dapat meningkatkan keaktifan belajar pendidikan jasmani pada siswa-siswi kelas 2 di SD Negeri Sumbersari 2 Malang. Siswa-siswi merasa senang dan semangat dalam melakukan tiap-tiap permainan kecil tersebut, ini bisa dibuktikan berdasarkan pengamatan peneliti bahwa banyak siswa-siswi tertawa senang, berkeringat, sibuk dalam melakukan aktivitas permainan tersebut, selain itu dengan permainan kecil tersebut, guru juga dapat melaksanakan materi pembelajaran mengenai gerak dasar jalan, lari dan lompat yang terdapat di kompetensi dasar.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: bagi Guru Penjas Orkes SD Negeri Sumbersari 2 Malang dapat menjadikan permainan kecil sebagai sarana dalam mengaktifkan siswa dan menciptakan kedisiplinan siswa, pembelajaran dengan menggunakan permainan kecil juga dapat menambah wawasan tentang model-model permainan kecil terhadap siswa dan dapat memperkaya pengetahuan sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, bagi Sekolah SD Negeri Sumbersari 2 Malang dapat dijadikan sebagai bahan kajian dalam pembelajaran penjas dan digunakan sebagai literatur sekolah mengenai permainan kecil yang digunakan pembelajaran, bagi peneliti lain agar dapat melanjutkan peneltian yang sejenis pada berbagai aspek lain dengan latar berbeda yang nantinya dapat bermanfaat untuk diteliti.