SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENINGKATAN EFEKITVITAS PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN KEBUGARAN JASMANI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM REMIDI PADA SISWA KELAS X PERAWAT SOSIAL 1 DI SMKN 2 MALANG

Tajul Arifin

Abstrak


ABSTRAK

 

Arifin, Tajul. 2011. Peningkatan Efektifitas Pembelajaran Tes Kebugaran Jasmani Indonesia Dengan Menggunakan Program Remidi Pada Siswa Kelas X Perawat Sosial 1 Di SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Mardianto, M.Kes (II) Drs. I Nengah Sudjana., M.Pd

 

Kata kunci: Efektifitas Pembelajaran, Tes Kesegaran Jasmani Indonesia, Program Remidi

Kebugaran jasmani merupakan salah satu unsur penting yang sangat dibutuhkan seseorang dalam melakukan segala aktivitasnya. Untuk dapat mencapai kondisi kebugaran jasmani yang baik, seseorang perlu melaksanakan latihan fisik yang melibatkan komponen-komponen kebugaran jasmani dengan metode latihan yang benar. Jeis-jenis latihan kebugaran jasmani terdiri dari latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan otot, daya taha kardiovaskuler. Tes kesegaran jasmani Indonesia dapat dilakukan pada proses pembelajaran dengan memperhatikan karakter usia dan jenis kelamin. Pada peneliti ingin mengetahui efektifitas pembelajaran yang diberikan guru pendidikan jasmani dan mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa SMKN 2 Malang. Hasil penelitian awal dari 40 siswa kelas X Perawat Sosial 1 SMKN 2 Malang bahwa 5 atau 12,5% siswa memiliki klasifikasi kesegaran jasmani sedang, sedangkan 35 atau 87,5 % siswa memiliki kesegaran jasmani kurang. Hal ini menunjukkan bahwa kesegaran jasmani siswa kelas X Perawat Sosial 1 SMKN 2 Malang ini mayoritas kurang Berdasarkan beberapa fakta tersebut di atas peneliti tidak hanya terbatas pada mengetahui tingkat kebugaran jasmani, tetapi peneliti akan menganalisa kekurangan hasil pada item tes yang diberikan.

Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI ) untuk remaja umur 16-19 tahun adalah tolok ukur kebugaran jasmani berbentuk rangkaian butir-butir tes yang masuk dalam rangkaian merupakan satu tolok ukur. Dengan demikian tolok ukur ini tidak berlaku atau tidak dapat dipergunakan untuk mengukur kebugaran jasmani mereka yang tidak termasuk kelompok umur tersebut, karena klasifikasinya hanya berlaku untuk umur 16-19 tahun (Pussegjas,2010:33).

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Pada penelitian tindakan kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart (dalam Aqib, 2009:22) antara lain: (1) menyusun rencana (planning), (2) pelaksanaan rencana kegiatan (acting), (3) observasi (observing), dan (4) refleksi (reflecting). Pelaksanaan tindakan meliputi, yang melakukan tindakan adalah siswa kelas X perawat social 1 di SMKN 2 Malang, pada saat pembelajaran setiap hari Senin, mulai jam 07.00 di stadion gombong UM dan SMKN 2 Malang. Pengumpulan data melalui tes, observasi, dokumentasi kemudian dianalisis.

Hasil penelitian ini pada tindakan siklus I pencapaian hasil tes kesegaran jasmani yaitu dari 40 siswa terdapat 23(57.5%) siswa tidak remidi. Sedangkan pada tindakan siklus II pembelajaran mengalami peningkatan yang lebih baik yaitu 17(42.5%) siswa yang remidi, semuanya sudah mengalami peningkatan yang lebih baik. Kenyataan hasil tes tersebut menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang tes kesegaran jasmani sudah memenuhi nilai, karena terdapat 40 orang siswa (100%) nilai kesegaran jasmaninya sudah memenuhi kriteria standar baik.

Kesimpulan penelitian bahwa pemberian program remidi pada masingmasing item aspek kesegaran jasmani dalam pembelajaran dapat meningkatan pemahaman siswa kelas X Jurusan Perawat Sosial 1 SMKN 2 Malang tentang tes kesegaran jasmani melalui dua siklus (siklus 1 dan siklus 2). Disarankan bagi SMKN 2 Malang khususnya, dan untuk sekolah-sekolah setingkat umumnya untuk menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi pembelajaran, khususnya program remidi dalam pembelajaran karena terbukti bisa meningkatkan pemahaman siswa tentang tes kesegaran jasmani.