SKRIPSI Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2011

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi tentang Penanganan Cedera Olahraga pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang

BAGUS PRASETYAWAN

Abstrak


ABSTRAK

 

Prasetyawan, Bagus. Studi tentang Penanganan Cedera Olahraga pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Program Studi S-1 Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mulyani Surendra, M.S, (II) I Nengah Sudjana, M. Pd

 

Kata kunci: penanganan cedera olahraga, ekstrakurikuler.

Cedera olahraga adalah segala macam cedera yang timbul, baik pada waktu latihan maupun pada waktu berolahraga ataupun sesudah pertandingan. Dalam melakukan kegiatan ekstrakurikuler olahraga pasti pernah mengalami cedera, penanganan yang kurang tepat pada penderita cedera olahraga dapat berakibat buruk. Tetapi dari pengamatan awal peneliti di SMA Negeri 9 Malang, tidak semua pelatih/pembina menguasai cara penanganan cedera olahraga.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui frekuensi cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (2) untuk mengetahui upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (3) untuk mengetahui upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (4) untuk mengetahui upaya pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang, (5) untuk mengetahui upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA Negeri 9 Malang.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kantitatif. Instrumen yang digunakan kuesioner angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan persentase. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 9 Malang. Dengan jumlah responden 4 pelatih/pembina dan 50 peserta kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 9 Malang.

Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) 29,4% responden menyatakan selalu/sering mengalami cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, (2) 82,4% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pencegahan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori baik, (3) 63,9% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pertolongan pertama cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori cukup baik, (4) 36,7% responden menyatakan selalu/sering melakukan pengobatan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori tidak baik, (5) 49,3% responden menyatakan selalu/sering melakukan upaya pemulihan cedera olahraga pada kegiatan ekstrakurikuler olahraga, termasuk dalam kategori kurang baik.

Saran berdasarkan penelitian ini: (1) Sebaiknya pelatih/pembina serta pihak sekolah selalu melibatkan ahli medis untuk cedera yang serius dan tidak mungkin dilakukan pengobatan sendiri, (2) Pemilihan calon pelatih/pembina kegiatan ekstrakuriuler olahraga harus benar-benar selektif jika menginginkan hasil yang terbaik dan berlatar belakang pelatih cabang olahraga tertentu dan memperhatikan kondisi sarana dan prasarana pada kegiatan ekstrakurikuler.