SKRIPSI Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Survei Kekuatan Otot Lengan Atas Pada Anak Tuna Grahita SLB Eka Mandiri Kota Batu.

ADHARUM KRIDA MARTA

Abstrak


ABSTRAK

 

Krida, Adharum. 2017. Survei Kekuatan Otot Lengan Atas Pada Anak Tuna Grahita SLB Eka Mandiri Kota Batu. Skripsi, Jurusan Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Saichudin, M.Kes, (II) dr. Rias Gesang, M.Kes.

 

Kata Kunci: Komponen tes kekuatan otot dan Tuna Grahita.

 

            Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak disebabkan adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia dalam melakukannya. Di dalamBiologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. Sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi.Tuna grahita adalah tingkat kemampuan individual yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan normal dan membutuhkan perawatan, supervisi, kontrol, dan dukungan dari pihak luar, sehingga dikategorikan perkembangan mentalnya tidak sempurna. Seseorang yang mengalami keterbelakangan mental, tidak bisa memadukan informasi seperti yang biasa dilakukan anak normal pada umumnya. Oleh karna itu perlu diberikan pembelajaran yang disederhanakan, instruksi yang harus sering diulang dan menggunakan kalimat pendek karena waktu partisipasi dalam aktifitas lebih lama.

            Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif. Metode kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata–kata tertulis atau lisan dari orang–orang atau perilaku yang diamati.

            Dalam pengukuran, anak tuna grahita golongan C atau ringan pada dasarnya melakukan aktivitas seperti anak normal hanya tingkat pemikiran yang dimiliki mengalami hambatan atau lemahsehingga harus teliti dan sabar dalam mengambil tindakan agar anak tidak merasa terganggu. Untuk tuna grahita golongan C-1 atau berat, dalam pengukuran anak harus didampingipembina karena tingkat kesulitan anak dalam berpikir dan pengambilan informasi sangat buruk sehingga dalam melakukan pengamatan dan perlakukan harus dengan hati-hati karena memiliki sensitivitas yang tinggi dan anak mudah marah jika keinginannya di larang oleh orang lain.

            Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot lengan yang di miliki anak tuna grahita tergolong memiliki kekuatan otot yang normal. Dari data test yang di ambil saat melakukan pengambilan data di lapangan, anak tuna grahita memiliki keterbelakangan dalam hal pemikiran dan pengambilan informasi terutama untuk tuna grahita golongan berat. Observasi tentang amatan terhadap seseorang yang memiliki hambatan tertentu pada objek yang terdapat di lapangan diperlukan untuk penelitian berikutnya.