SKRIPSI Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga - Fakultas Ilmu Keolahragaan UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH LATIHAN MEDICINE BALL TERHADAP HASIL LEMPARAN KE DALAM (THROW-IN) PADA ATLET KLUB PERSEGAR POGAR KABUPATEN PASURUAN USIA 18-21 TAHUN

Muhamad Syarif Udin

Abstrak


ABSTRAK

 

Kata kunci: eksperimen, lemparan ke dalam (throw-in), sepakbola.

Lemparan ke dalam digunakan untuk memulai kembali permainan sepakbola setelah bola keluar dari lapangan. Keuntungan dari lemparan ke dalam adalah tidak berlakunya peraturan offside. Lemparan ke dalam yang jauh akan semakin baik dan akan sangat menguntungkan tim untuk mencetak peluang dan memperoleh kemenangan dalam suatu pertandingan. Berdasarkan observasidari hasil peneliti saat melakukan analisis pertandingan di laga persahabatan antara Persegar melawan Pabrik Lemfox di Stadion R. Soedrasono Pogar Bangil, menemukan fakta bahwa lemparan ke dalam bila dilakukan dengan baik dan benar akan menghasilkan lemparan yang kuat dan akurat. Lemparan kuat dan akurat akan menghasilkan peluang bagi tim.

Peneliti melakukan penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan kekuatan otot lengan untuk melakukan lemparan ke dalam sepakbola dengan menggunakan latihan medicine ball pada atlet klub sepakbola Persegar Pogar usia 18-21 tahun. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimental. Variabel bebas yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah latihan medicine ball  sedangkan variabel terikatnya adalah lemparan ke dalam (throw-in). Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimental karena dalam penelitian jumlah populasi sekitar 22 atlet, sehingga terlalu sedikit untuk menjadikan ke dalam dua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, serta dengan jumlah sedikit tersebut akan menyulitkan dalam hasil penghitungan statistiknya karena nilai probabilitas 0,05 yang semakin tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “Rancangan pretest dan posttest satu kelompok” dengan perluasan rancangan tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest).

Dalam penelitian ini peneliti memperoleh hasil yang sesuai harapan dengan hasil tes akhir yang memperoleh peningkatan lemparan ke dalam sepakbola. Dari hasil tes awal (pretest) dengan tes akhir (posttest) lemparan ke dalam diperoleh hasil uji signifikansi yaitu T hitung = 2,817 > T tabel 0,05 = 1,720 dengan derajat kebebasan 22-1 = 21. Oleh karena itu T hitung > T tabel sehingga hipotesis nihil ditolak dan hipotesis kerja yang dinyatakan pada pengaruh latihan medicine ball terhadapa hasil lemparan ke dalam pada atlet klub Persegar Pogar Kabupaten Pasuruan usia 18-21 tahun diterima. Dengan demikian latihan medicine ball dapat meningkatkan hasil lemparan ke dalam sepakbola secara signifikan.

Latihan medicine ball terhadap power otot untuk melatih keterampilan lemparan ke dalam (throw-in) dan latihan medicine ball sangat berpengaruh terhadap power otot lengan untuk melaksanakan lemparan ke dalam (throw-in) pada atlet klub Persegar Pogar Kabupaten Pasuruan usia 18-21 tahun.

 

Keywords: experiment, throw-in, football.

The inward throw is used to restart the game of football after the ball is out of the field. The advantage of a throw-in is the non-enforcement of offside regulations. Deep throws will get better and will greatly benefit the team to score chances and gain victory in a match. Based on the observation of the results of the researcher when performing the match analysis in a friendly match between Persegar against Lemfox Factory at R. Soedrasono Pogar Bangil Stadium, found the fact that throwing in when done well and correctly will produce a strong and accurate throw. Strong and accurate throws will generate opportunities for the team.

Researchers conducted this study aims to maximize arm muscle strength to throw into football by using medicine ball exercises at football club athletes Persegar Pogar aged 18-21 years. This study uses experimental research design. The independent variable to be studied in this research is medicine ball exercise while the dependent variable is throw-in. This research used pre-experimental design because in the study population number about 22 athletes, so it is too little to make into two experimental groups and control group, and with the small amount will be difficult in the results of statistical calculation because the value of probability 0.05 the higher it is. The study design used was "Pretest and posttest design of one group" with extension of pretest and posttest.

In this study the researchers obtained results that match expectations with final test results that gain increased throws into football. From the pretest result with the final test (posttest) thrown into the test results obtained significance is T arithmetic = 2.817> T table 0.05 = 1.720 with degrees of freedom 22-1 = 21. Therefore T arithmetic> T table So that null hypothesis rejected and work hypothesis expressed on the influence of medicine ball therapy terhadapa results thrown in at club athletes Persegar Pogar Pasuruan District age of 18-21 years accepted. Thus medicine ball exercises can increase the result of throwing into football significantly.

 

Exercise of medicine ball on muscle power to practice throw-in skills and medicine ball exercises strongly affect the arm muscle power to carry throw-in at club athletes Persegar Pogar Pasuruan age 18-21 years.