SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Analitis ditinjau dari Gaya Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 1 Dolopo Kabupaten Madiun

Amalia Ekowati

Abstrak


Kelebihan yang dimiliki oleh model Pembelajaran Berbasis Masalah dan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, menjadi pertimbangan dilakukan penelitian lain mengenai model Pembelajaran Berbasis Masalah. Model Pembelajaran Berbasis Masalah berpusat pada siswa, relevan dengan dunia nyata, mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, dan mendorong pemikiran tingkat tinggi. Kemampuan berpikir analitis merupakan suatu kemampuan berpikir tingkat tinggi  yang dapat terasah karena dalam model Pembelajaran Berbasis Masalah, siswa diminta untuk menentukan sebuah solusi atau pemecahan dari masalah yang disajikan kepada mereka, hal tersebut juga menjadi salah satu langkah dalam pelaksanaan model Pembelajaran Berbasis Masalah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas X SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun dan (2) pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari gaya belajar siswa kelas X SMAN 1 Dolopo Kabupaten Madiun. Rancangan Penelitian ini yaitu penelitian quasi experiment dengan desain posttest only control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas yang memiliki nilai rata-rata hampir sama, kemudian ditentukan secara acak hingga didapatkan kelas X IPS 1 sebagai kelas eksperimen yang belajar menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan X IPS 3 sebagai kelas kontrol yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Data kemampuan berpikir analitis siswa diperoleh dengan cara tes menggunakan instrumen soal esai kemampuan berpikir analitis. Data gaya belajar siswa dengan cara non tes yang diperoleh melalui instrumen angket gaya belajar. Data yang diperoleh diolah dengan uji hipotesis melalui perhitungan uji F dan dianalisis dengan teknik Analisis Varians (ANAVA).

Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata kemampuan berpikir analitis siswa kelas eksperimen dengan gaya belajar Visual 74; gaya belajar Auditorial 70; dan siswa dengan gaya belajar kinestetik 87,5. Siswa kelas kontrol dengan gaya belajar visual 63,8; gaya belajar Auditorial 58,6; dan siswa dengan gaya belajar Kinestetik 70. Hasil uji hipotesis 1 pada penelitian ini menunjukkan angka 0,004 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak berarti terdapat pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis. Hasil uji hipotesis 2 menunjukkan angka 0,793 yang lebih besar dari 0,05 sehingga Ho diterima berarti tidak terdapat pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap kemampuan berpikir analitis ditinjau dari gaya belajar siswa.