SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONSTRUKSI SOSIAL SUAMI TERHADAP BEBAN GANDA ISTRI SEBAGAI BURUH DI PASURUAN INDUSTRIAL ESTATE REMBANG (PIER)

UGIK . ENDARTO

Abstrak


Perempuan yang berprofesi sebagai buruh di ruang publik kini sering dijumpai di dalam kehidupan masyarakat. Di Kota Pasuruan, perempuan yang bekerja sebagai buruh sangat banyak. Hal itu dikarenakan kota Pasuruan dekat dengan kawasan industri yang bernama Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Namun meskipun berprofesi sebagai buruh mampu menjawab persoalan ekonomi keluarga, terdapat permasalahan baru yang muncul, yaitu beban ganda. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai buruh di PIER?, (2) Bagaimana beban ganda istri yang berprofesi sebagai buruh di PIER?, (3) Bagaimana dampak konstruksi sosial suami terhadap beban ganda istri sebagai Buruh di PIER?

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruksi. Data yang didapat berupa primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis model Miles & Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dengan melakukan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Tahapan penelitian ada 3 tahap dan 10 langkah. Tahap pertama berupa tahap awal, tahap kedua berupa pengumpulan dan analisis data, dan tahap ketiga adalah tahap pembahasan dan penulisan laporan akhir.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan istri bekerja di ruang publik, tidak dapat dilepaskan dari konstruksi sosial suami. Konstruksi sosial suami terhadap istri berpengaruh pada beban ganda yang diterima istri. Beban ganda yang tercipta memiliki dampak psikologis dan dampak sosial. Dampak psikologis tersebut adalah membawa stress bagi istri, sehingga dapat mempengaruhi keharmonisan keluarga. Kelelahan fisik merupakan faktor utama yang mempengaruhi secara psikologis. Dampak sosialnya adalah terciptanya konstruksi sosial yang patriarkal dan menghendaki peran ganda perempuan untuk tetap dipertahankan. Peran ganda di asumsikan sebagai sesuatu hal yang positif, sehingga beban ganda yang juga melekat pada peran ganda dianggap sebagai hal wajar dan mutlak. Padahal beban ganda merupakan budaya yang buruk. Adapun saran bagi peneliti berikutnya adalah meneliti tentang peran organisasi buruh dalam mengedukasi buruh perempuan untuk memahami pola-pola patriarkal yang menindas perempuan pada sektor industri.

 

Kata Kunci: Konstruksi sosial, beban ganda, buruh perempuan.