SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perubahan Sosial Pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang

Ratnawati Nila

Abstrak


RINGKASAN

Ratnawati, Nila. 2019. Perubahan Sosial Pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Nyoman Ruja, S.U., (II) Agus Purnomo, M.Pd.

Kata Kunci: pemulung, perubahan sosial, TPA

Kehidupan manusia tidak terlepas dengan adanya masalah sampah. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, salah satunya adalah melalui TPA terpadu, namun TPA juga menjadi magnet bagi pemulung. Atas dasar itu maka fokus dalam penelitian ini yaitu,

(1) sejarah terbentuknya TPA Wisata Edukasi Talangagung

(2) karakteristik pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagung

(3) alasan mereka bekerja sebagai pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagung

(4) perubahan sosial pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagung.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan informan menggunakan teknik purposive. Informan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu informan pendukung dan informan kunci. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang memiliki empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yaitu

(1) Sejarah TPA Wisata Edukasi Talangagung mulai dibangun tahun 1995 dan pada tahun 1997 mulai diresmikan. Pada awalnya menggunakan sistem open dumping namun sejak tahun 2009 mengalami pembenahan menjadi sistem controlled landfill dan mulai mengolah gas metana dan air lindi. Pada tahun 2011 TPA diresmikan sebagai Desa Mandiri Pro Iklim Jawatimur.

(2) Karakteristik pemulung berusia produktif, tingkat pendidikan pemulung rendah hanya SD, sudah menikah dan istrinya ikut membantu menjadi pemulung. Pemulung bekerja selama 8 jam perhari dan pendapatan yang diperoleh berkisar Rp 300.000-700.000/minggu.

(3) Alasan pemulung beranekaragam yaitu karena tingkat pendidikan, TPA dekat dengan rumah, pendapatan, kebebasan yang diberikan TPA, kurangnya modal dan lingkungan keluarga.

(4) Perubahan sosial dialami pemulung yaitu meningkatnya pendapatan yang diterima, meningkatnya tingkat pendidikan anak pemulung, kebutuhan pemulung tercukupi, kesehatan pemulung menurun dan berpengaruh dalam kehidupan di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik pemulung berbeda-beda sehingga berpengaruh terhadap interaksi sosial antara pemulung, maka diharapkan untuk peneliti selanjutnya meneliti terkait interaksi antara pemulung di TPA Wisata Edukasi Talangagug.

SUMMARY

Ratnawati, Nila. 2019. Scavenger's Social Change at Talangagung Educational Excursion Landfill Sub-district Kepanjen Malang Regency. Educational Social Science Program. Social Science Faculty, Malang State University. Adviser: (I) DR. I Nyoman Ruja, S.U., (II) Agus Purnomo, M.Pd.

Keywords: scavenger, social change, landfill

Waste is a problem that never be apart from human life. Government did many effort to solve it, one of the solution is building integrated landfill, but landfill is also become number one purpose for scavenger. Based on the argument mentioned before, the research focuses on this research are:

(1) describe history of Talangagung Educational Excursion Landfill establishment,

(2) describe scavenger's characteristic at  Talangagung Educational Excursion Landfill,

(3) describe the scavenger's reason on woriking at Talangagung Educational Excursion Landfill, and

(4) (4) describe scavenger's social change at Talangagung Educational Excursion Landfill.

This research used qualitative approach with descriptive type research. Data resource that used are primary data resource and secondary data resource.  Purposive technique is used to gather the informant's data. The informants on this research are divided to two which are key informant and supportive informant.  The procedure of data aggregation comprises of observation, interview, and documentation. Data analysis used Miles and Huberman model. The phase research consist of pre-field phase, work field phase, data analysis, and research writing.

Based on the research that has done, the results are

(1) The history of Talangagung Educational Excursion Landfill began when government started to build in 1995 and introduced to public in 1997. At the beginning this landfill used open dumping system but since 2009 this landfill enhance its system to controlled landfill and started to cultivate methane and leachate. In 2011 this landfill officially announced as East Java Pro-Climate Independent Village.

(2) scavenger's characteristic are in a productive age, elementary school graduate, married and their wives are in this landfill to help their husband being a scavenger, work 8 hours a day, and paid circa Rp.300.000-700.000 per week.

(3) The reasons behind their purpose on working as a scavenger are varied, which are because of their educational degree, landfill that near from home, earnings and freedom that given by the landfill, lack of asset and family surroundings.

(4) Social change that resulted on scavenge’ are increase in their salary, improvement in their children's education, fulfill their needs, decrease in scavenger's health, and their impact in society. Based on the results of the research the characteristics of scavengers vary so that it influences the social interaction between scavengers, it is expected that the next researcher will examine the interaction between scavenger's at Talangagung Educational Excursion Landfill.