SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kontruksi Sosial PeralihanKonsumsi Rokok Tembakau ke Rokok Elektrik Mahasiswa Universitas Negeri Malang

DANI BIBI GANDI

Abstrak


Merokok merupakan masalah yang belum dapat diselesaikan hingga saat ini.Menghentikan kebiasaan merokokbukanlah hal yang mudah. Ada berbagai teknik pengurangan bahaya rokok, upaya tersebut dilakukan dengan memberikan nikotin pada pecandu tanpa bahaya tar. Cara tersebut diantaranya menggunakan koyo bernikotin, permen bernikotin, semprotan bernikotin, dan rokok elektrik. Dari semua alat terapi pengganti nikotin tersebut, rokok elektrik menjadi alat terapi yang paling efektif untuk keluar dari kecanduan rokok. Penggunaan rokok elektrik sebagai pengganti rokok tembakau sudah popular di Kota Malang. Terutama oleh  mahasiswa, salah satunya mahasiswa di Universitas Negeri Malang.

Berdasarkan pemaparan di atas, fokus penelitian dalam penelitian ini adalah:

(1) Bagaimanakah latar belakang pengguna rokok elektrik dikalangan mahasiswa?

(2) Bagaimanakah kontruksi sosial konsumsi rokok tembakau ke rokok elektrik Mahasiswa Universitas Negeri Malang?

(3) Bagaimanakah dampak dari penggunaan rokok elektrik bagi Mahasiswa Universitas Negeri Malang?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Penelitian ini menempatkan peneliti sebagai instrument utama dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Malang. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap penelitian yang dilakukan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan.

Mahasiswa mengunakan rokok elektrik karena mahasiwa ingin menghilangkan kebiasaan mereka mengkonsumsi rokok tembakau. Mahasiswa juga mengetahui banyak kelebihan yang di tawarkan oleh rokok elektrik yaitu banyaknya varian rasa yang bisa dipilih dalam penggunaan rokok elektrik. Rokok elektrik juga di anggap lebih modern dan sesuai dengan gaya hidup yang dibutuhkan oleh mahasiswa. Konstruksi sosial peralihan konsumsi rokok tembakau ke rokok elektrik memiliki tiga tahap yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Tahapan tersebut yang akhirnya membuat mahasiswa mulai memaknai rokok elektrik dengan cara pandang mereka sendiri.Saran bagi peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti mengenai peralihan konsumsi rokok tembakau ke rokok elektrik dengan perspektif yang lain dari teori konstruksi sosial