SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peranan Orang Tua terhadap Pasangan Pernikahan Dini di Desa Duwet Kecamatan Tumpang

Tias Nilam Ayu Catur Krisna Neng

Abstrak


ABSTRAK

Tias, Nilam Ayu Catur Krisna Neng. 2019. Peranan Orang Tua terhadap  Pasangan Pernikahan Dini di Desa Duwet Kecamatan Tumpang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. I Nyoman Ruja, S.U, (2) Agus Purnomo, M.Pd

Kata Kunci: peranan orang tua, pernikahan dini, peran lembaga

Fenomena perceraian di Kabupaten Malang pada tahun 2016 menempati urutan kedua tertinggi di Indonesia

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama faktor yang paling mendominasi adalah ekonomi dan pernikahan dini. Secara psikis remaja mengalami ketegangan emosi yang digambarkan dengan keadaan emosi yang tidak stabil sehingga remaja yang menikah di usia dini rentan mengalami konflik.  Fokus penelitian ini yaitu

(1) Siapakah aktor utama pengambil keputusan untuk melakukan pernikahan dini?

(2) Peranan orang tua terhadap pasangan pernikahan dini?

(3) Apa permasalahan yang muncul dalam keluarga pasangan pernikahan dini? dan

(4) Bagaimana peran lembaga KUA dalam menangani pernikahan dini?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Lokasi penelitian di Desa Duwet Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang. Data diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Subjek dari penelitian ini adalah orang tua yang menikahkan anaknya di usia dini, Kepala KUA Kecamatan Tumpang, Modin Desa Duwet, dan pelaku pernikahan dini.

Penentuan subjek menggunakan teknik purposive dan data dikumpulkan melalui tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa yang pertama aktor utama pengambil keputusan untuk melakukan pernikahan dini adalah anak atas dasar kemauannya sendiri. Kedua yaitu orang tua tetap menjalankan peranannya sebagai fungsi kontrol terhadap anaknya baik sebelum menikah maupun pada anak yang sudah menikah di usia dini. Ketiga keluarga pasangan pernikahan dini banyak mengalami beban pikiran. Keempat KUA Kecamatan Tumpang mempunyai dua program preventif untuk mencegah dan menekan angka pernikahan dini yaitu melalui pembinaan berkelanjutan dan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu mengembangkan fokus permasalahan-permasalahan yang dialami oleh keluarga pasangan pernikahan dini. Bagi warga Desa Duwet harus mengetahui resiko hamil muda dan menikah di usia dini agar tidak mudah memutuskan untuk menikah di usia dini.