SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

POLA INTERAKSI SOSIAL ANTAR PEDAGANG BUKU DI PASAR WILIS KOTA MALANG

MU' AROFAH SYAMROTUL

Abstrak


RINGKASAN

Mu’ Arofah.Syamrotul.2019.Pola Interaksi Sosial Antar Pedagang Buku di Pasar Wilis Kota Malang.Skripsi.Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Sukamto, M.Pd., M.Si (2) Agus Purnomo, M.Pd

Kata Kunci : pola interaksi sosial , pedagang buku

Manusia sebagai mahluk sosial akan saling menjalin hubungan atau suatu interaksi sosial dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi yang sering dilakukan oleh manusia salah satunya dalam bidang ekonomi, yaitu di pasar buku Wilis kota Malang. Keberadaan pasar buku Wilis berawal pada tahun 2003 yang merupakan salah satu program pemerintah untuk menjadikan pedagang yang non formal menjadi formal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu,

1) Bagaimana karakteristik pedagang buku Wilis kota Malang?

2) Bagaimana pola interaksi sosial yang terjadi antar pedagang buku Wilis Kota Malang?

3) Apa saja faktor pendorong dan penghambat yang berpengaruh dalam interaksi sosial antar pedagang di pasar Wilis kota Malang?

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Penelitian kualitatif menempatkan peneliti sebagai pengamat dan pengumpul data. Penelitian dilakukan di pasar buku Wilis kota Malang yang berada di Jl. Simpang Wilis Indah, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Informan dalam penelitian ini terbagi atas informan kunci dan informan pendukung.Teknik yang dilakukan untuk memilih informan yaitu snowball. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi,wawancara,dan dokumentasi, dengan teknik analisis menggunakan model interaktif Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan analisi data, diperoleh kesimpulan bahwa yang pertama karakteristik antar pedagang buku memiliki perbedaan antar satu sama lain. Perbedaan tersebut terlihat pada saat banyaknya pedagang yang di dominasi oleh kaum laki-laki daripada perempuan yang berasal dari tempat tinggal yang berbeda-beda. Pendidikan seorang pedagangpun juga banyak di mulai jenjang SMP-SMA-S1 dan bahkan ada yang tidak sekolah. Kedua, interaksi antar pedagang terjalin dengan baik sesuai dengan tujuan interaksi. Hal ini terjadi karena adanya suatu Paguyuban (P3BWM), serta kegiatan ekonomi antar pedagang yang berupa kegiatan jual beli di pasar Wilis dan kegiatan sosial yang di adakan di luar hal perdagangan. Ketiga, faktor dalam suatu interaksi antar pedagang tergolong menjadi dua, yaitu faktor pendorong yang berarti faktor berasal dari diri seorang pedagang untuk melakuakan interaksi. Faktor pendorong yang lebih bersifat dari adanya suatu hambatan tertentu dalam interaksi. Adapun saran bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji hal lain terkait dengan interaksionisme simbolik antar pedagang dan pembeli pasar buku Wilis.