SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONDISI SOSIAL PENAMBANG PASIR DI SUNGAI MUJUR DESA GESANG KECAMATAN TEMPEH KABUPATEN LUMAJANG

Rendy Utama

Abstrak


ABSTRAK

 

Gunung Semeru di daerah Lumajang memiliki potensi akan bahan galian golongan C kondisi ini akibat dari erupsi dan lahar. Adanya bahan galian golongan C yakni pasir yang berlimpah di daerah Lumajang memunculkan penambangan-penambangan yang cukup banyak baik penambangan legal maupun illegal. Keberadaan aktivitas pertambang salah satunya di Desa Gesang yang berdekatan dengan sungai aliran lahar semeru yaitu Sungai Mujur. Aktivitas penambangan pasir dan batu yang terjadi di Sungai Mujur dilakukan secara tradisional. Berdasarkan pemaparan data tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana karakteristik penambangan pasir yang ada di Sungai Mujur Desa Gesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang? (2) Apa yang melatar belakangi penambang pasir untuk melakukan aktivitas pertambangan secara ilegal? (3) Bagaimana kondisi sosial para penambang pasir yang ada di DesaGesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang? (4) Bagaimana Persepsi penambang pasir mengenai dampak kerusakan lingkungan yang ada di DesaGesang Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Prosedur pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunaka Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil yaitu: (1) karakteristik pertambangan yang ada di Sungai Mujur Desa Gesang mayoritas berjenis kelamin laki-laki, penduduk usia produktif, berpendidikan rendah, penambang pasir mayoritas berasal dari Kecamatan Tempeh. Aktivitas pertambangan berlangsung mulai pagi hingga menjelang malam sekitar 10-12 jam setiap harinya. Pertambangan masih bersifat tardisional. Hasil pertambang pasir dijual di sekitar Kabupaten Lumajang saja. (2) Alasan mereka menambang ilegal karena perekonomian, faktor pendidikan rendah yang mengakibatkan kesulitan mencari pekerjaan di sektor formal. (3)Kondisi sosial yakni Interaksi sosial penambang maupun masyarakat Desa Gesang terjalin dengan baik tidak pernah ada konflik. Membawa keuntungan bagi warga sekitar Sungai Mujur yang membuka warung makan. Taraf hidup penambang pasir di Sungai Mujur bisa di bilang cukup baik. (4)Persepi penambang pasir di Sungai Mujur yaitu, tidakakan terjadi kerusakan lingkungan karena pertambangan masih tradisional. Saran bagi peneliti selanjutkan diharapkan ada penelitian lebih lanjut mengenai pandangan masyarakat yang bukan penambang mengenai aktivitas pertambangan pasir dengan mengkaji lima bidang ilmu sosial yakni sosiologi, geografi, sejarah, ekonomi dan budaya.