SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konstruksi Sosial InteraksiMahasiswa Kalimantan Utara Dengan Masyarakat Lokal Malang di Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang

Danang Budiarto

Abstrak


ABSTRAK

 

Keinginan untuk mendapatkan universitas terbaik biasanya tidak didapatkan di tempat sendiri atau di kota sendiri. Hal ini mengakibatkan sebagian orang harus merantau untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dan berkualitas. Perpindahan dari daerah satu ke daerah lain tentu akan mengalami beberapa perbedaan di antaranya perbedaan kondisi tempat tinggal, perubahan bahasa, perbedaan etnik, budaya, perubahan dalam sistem sosial. Agar dapat melangsungkan kehidupan sosial dan meminimalisir terjadinya konflik tentunya mahasiswa perantau atau pendatang harus dapat menyesuaikan dan memposisikan diri mereka pada lingkungan serta masyarakat baru.

Rumusan Masalah(1) Bagaimana karakteristik mahasiswa Kalimantan Utara yang ada di Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang; (2) Bagaimana konstruksi sosial mahasiswa Kalimantan Utara dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang; (3) Bagaimana konstruksi sosial adaptasi mahasiswa Kalimantan Utara dalam  menghadapi lingkungan dan budaya masyarakat lokal Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriftif.Sumber data primer diperoleh dari informan yang merupakan mahasiswa Kalimantan Utara dan masyarakat Desa Landungsari, Model analisis data menggunakan Miles dan Huberman.

Hasil penelitian yang diperoleh adalah;(1) karakteristik mahasiswa Kalimantan Utara yang tinggal di Desa Landungsari adalah sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berusia 18-23 dan memiliki logat yang khas dalam berbicara;(2)momen eksternalisi berupa ketertarikan untuk mempelajari bahasa daerah atau bahasa Jawa. Momen objektivikasi menjelaskan bahwa bahasa Jawa tersebut dipelajari dari lingkungan tetangga. Momen internalisasi menjelaskan bahwa kemempuan berbicara menggunakan bahasa Jawa membuat komunikasi terjalin lebih akrab dibandingkan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia; (3)momen eksternalisasi berupa strategi adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa Kalimantan Utara terhadap perbedaan budaya yakni bahasa khususnya Jawa adalah dengan mempelajari bahasa tersebut. Momen objektivikasi berupa strategi adaptasi terhadap lingkungan masyarakat Desa Landungsari dengan mengikuti kebudayaan yang berlaku dilingkungan masyarakat setempat dan tidak menerapkan budaya asal. Momen internaslisasi dapat mengikuti budaya masyarakat lokal tentuakanterhindardarikonfliksosial. Saran bagi Penelitian selanjutnya interaksi ini menggunakan teori konstruksi sosialdiharapkan dapat membahas dan menggali lebih luas tentang interaksi mahasiswa perantau lain.