SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KONSTRUKSI SOSIAL ATAS METODE BELAJAR BARENG (JARENG) DALAM MENINGKATKAN KEMAUAN BERSEKOLAH PADA ANAK JALANAN DI KOTA MALANG (STUDI KASUS SAVE STREET CHILD MALANG)

Dhian Mangga Sri, Dhian Mangga Sri

Abstrak


 

            Save Street Child Malang merupakan lembagga swasta yang dikelola oleh masyarakat. SSC tersebar diberbagai Kota di Indonesia, salah satunya Kota Malang. Peneliti meneliti tentang program belajar bareng (Jareng). Jareng merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan bersama-sama dengan sistem pembelajaran yang sederhana. Fungsi Jareng yaitu wadah untuk mendidik anak-anak jalanan di Kota Malang agar bisa memperoleh pendidikan minimal SMA. Harapan dengan adanya Jareng ini dapat meningkatkan kemauan bersekolah, supaya taraf hidup anak jalanan lebih baik.

            Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1)Bagaimana konstruksi sosial atassejarahSave Street Child (SSC) Malang? (2) Bagaimana konstruksi sosial atas sejarah belajar bareng (Jareng)?(3) Bagaimana konstruksi sosial atas bentuk pembelajaran pada metode belajar bareng (Jareng) yang diterapkan pada anak jalanan di Kota Malang?(4) Apa konstruksi sosial atas kelebihandankekurangan pada metode belajar bareng (Jareng) yang diterapkan untuk anak jalanan di Kota Malang?

            Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini terbagi atas informan pendukung dan informan kunci. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan pada peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Tahap-tahap penelitian terdiri atas pra lapangan dan tahap pekerja lapangan.

            Hasil penelitian ini adalah (1)sejarah SSC dimulai pada tahun 2011 di Jl.Saxophone NO.5 Tunggulwulung Malang; (2)sejarah terbentuknya program jarengberawal dari chief of education yaitu kakak VIA UB yang mengajak para crew mengadakan jarengdi Muharo. Mengajak anak jalanan dan mebuat metode jareng; (3). Bermain dan belajar dilakukan menggunakan metode yaitu menyambung kata, menghafalkan materi dijadikan lagu, tebak gambar, Kelas hebat dilakukan dengan dua arah; (4)kelebihan dan kekurangan disampaikan ketika evluasi disetiap ahir kegiatan jareng. Evaluasi untuk menyampaikan kelebihan dan kekurangan ini dikonstruksikan secara terus menerus.

            Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya meneliti tentang awal mula terbentuknya kelas hebat yang ada di Jareng, karena menurut peneliti, kelas hebat dapat dijadikan penelitian yang menarik untuk penelitian selanjutnya.