SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KETERLIBATAN ANAK USIA SEKOLAH DALAM PEKERJAAN NELAYAN DI DESA LEBAK KECAMATAN PASONGSONGAN KABUPATEN SUMENEP

Nur Indah Amalia

Abstrak


ABSTRAK

 

Negara Indonesia terkenal sebagai negara maritim. Salah satu pulau terbesar yang berada di Jawa Timur yaitu Pulau Madura. Di ujung Pulau Madura tedapat Kabupaten Sumenep yang mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Salah satu desa pesisir di Kabupaten Sumenep yaitu Desa Lebak, Kecamatan Pasongsongan. Desa Lebak merupakan desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kecamatan Pasongsongan. Profesi nelayan merupakan pekerjaan yang berat dan beresiko, tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja tapi di Desa Lebak, Kecamatan Pasongsongan banyak anak-anak yang masih dibawah umur 17 tahun terlibat dalam pekerjaan nelayan.Kehidupan nelayan yang terkenal sebagai masyarakat tertinggal dan miskin menjadi salah satu alasan anak untuk bekerja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana karakteristikanak usia sekolah yang terlibat dalam pekerjaan nelayan di Desa Lebak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep?, (2)Apa yang melatar belakangi anak usia sekolah bekerja sebagai nelayan?, (3) Bagaimana sistem pembagian hasil bagi buruh nelayan yang masih di usia sekolah?, (4) Bagaimana pandangan orang tua, juragan perahu, dan masyarakat sekitar mengenai fenomena anak usia sekolah bekerja sebagai nelayan?.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder, dengan informan kunci dan pendukung. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan Miles dan Huberman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik 8 anak yang terlibat dalam pekerjaan nelayan semuanya berjenis kelamin laki-laki dan masih berusia di bawah 18 tahun, 3 anak dari mereka masih melanjutkan pendidikan dan 5 lainnya sudah putus sekolah. (2) Alasan mereka bekerja sebagai nelayan karena ingin memiliki penghasilan sendiri sehingga selain bisa digunakan untuk membantu keluarga, mereka bisa menggunakannya untuk kebutuhannya sendiri. (3) Pembagian hasil bagi buruh nelayan yang masih di bawah umur sama dengan hasil yang diperoleh oleh buruh nelayan dewasa. (4) Bagi orang tua dan juragan, mempekerjakan anak diperbolehkan asalkan tidak mengganggu pendidikan anak.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang bisa diberikan bagi peneliti selanjutnya yaitu diharapkan untuk melakukan penelitian terhadap teman-teman sekolah dan teman sesama melaut serta menggunakan pendapat ahli psikolog anak untuk mengetahui pola pikir anak yang lebih senang bekerja di sektor berbahaya seperti melaut daripada sekolah.