SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

STRATEGI KEBERLANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT TERDAMPAK SEMBURAN LUMPUR LAPINDO DESA RENOKENONGO KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO

Mita Septiani

Abstrak


ABSTRAK

 

Septiani, Mita. 2017. Strategi Keberlangsungan Hidup Masyarakat Terdampak Semburan Lumpur Lapindo di Desa Renokenongo Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM. Sukamto M.Pd, M.Si, (II) I dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant, M.A

 

Kata kunci: Strategi Keberlangsungan Hidup, Masyarakat, Semburan Lumpur Lapindo

Semburan lumpur Lapindo terjadi pada tanggal 29 Mei 2006 berawal dari kebocoran gas hidrogen sulfida (H2S) di ladang eksplorasi gas rig banjar panji satu yang dikelola oleh PT. Lapindo Brantas Inc. Pusat semburan lumpur Lapindo berada di Desa Renokenongo Kecamatan Porong. Semburan lumpur Lapindo berdampak luar biasa bagi masyarakat. Bahkan di Desa Renokenongo aktivitas masyarakat sudah lumpuh total dan kini Desa Renokenongo sudah hilang dari peta dunia. Masalah yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah: (1) strategi keberlangsungan hidup masyarakat terdampak semburan lumpur Lapindo, (2) peran pemerintah dalam proses keberlangsungan hidup masyarakat terdampak semburan lumpur Lapindo (3) kehidupan masyarakat terdampak semburan lumpur Lapindo saat ini pada tahun 2016.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Landasan berfikir yang digunakan orientasi teoritis pilihan rasional. Sumber data primer diperoleh dari masyarakat terdampak lumpur Lapindo, sumber data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan atau literatur. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan tahap penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) masyarakat terdampak semburan lumpur Lapindo memiliki strategi tersendiri untuk keberlangsungan hidup mereka yaitu adanya faktor internal dan faktor eksternal. (2) pemerintah berperan dalam keberlangsungan hidup masyarakat terdampak (3) kehidupan masyarakat saat ini mayoritas sudah tertata dengan baik hanya beberapa yang belum karena masih adanya masalah internal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi keberlangsungan hidup masyarakat karena dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal antara lain adaptasi, alih profesi dan pengelolaan uang. Faktor eksternal antara lain koordinator dan pemerintah pemerintah. Dengan demikian saran untuk pemerintah yaitu adanya tindak lanjut dari pelatihan yang sudah diberikan dan untuk peneliti selanjutnya yaitu adanya fokus penelitian pada masyakarat yang masih tinggal di daerah tanggul lumpur Lapindo.