SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

KAMPUNG INGGRIS PARE : STUDI KASUS INTERAKSI ANTAR LEMBAGA KURSUS DAN PESERTA KURSUS DALAM PERKEMBANGAN KAMPUNG INGGRIS DI DESA TULUNGREJO SERTA DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI

Abdul Sukur

Abstrak


ABSTRAK

 

Sukur, Abdul. 2016. Kampung Inggris Pare : Studi Kasus Interaksi Antar Lembaga Kursus dan Peserta Kursus dalam Perkembangan Kampung Inggris di Desa Tulungrejo serta Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. I Nyoman Ruja, S.U., (II) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant., M.A.

 

Kata Kunci :  Kampung Inggris,motivasi, lembaga kursus.

 Di era globalisasi, menusia di suatu daerah akan berinteraksi dengan manusia dari daerah lain dengan bahasa yang berbeda-beda sehingga penguasaan satu bahasa saja tidak cukup. Ada beberapa bahasa yang umum digunakan di dunia, salah satunya ialah bahasa Inggris. Banyaknya peminat bahasa Inggris memunculkan berbagai tempat belajar bahasa Inggris, Salah satunya ialah di Kampung Inggris yang berada di Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Penelitian ini membahas (1)Bagaimana sejarah Kampung Inggris di Desa Pelem dan Desa Tulungrejo di Kecamatan Pare ?, (2) Apa saja faktor motivasi peserta kursus datang dan belajar di Kampung Inggris ?, (3) Bagaimana bentuk persaingan antar lembaga kursus dalam meningkatkan jumlah peserta kursus ?, (4) Bagaimana dampak persaingan antara lembaga kursus terhadap kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris di Kampung Inggris?

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan adalah peserta kursus, pemilik lembaga kursus, dan pihak-pihak terkait. Analisis data menggunakan teknik analisis data spiral dari Creswell.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Keberadaan Kampung Inggris bermula dari seorang pengasuh pondok pesantren Darul Falah bernama Kiai Ahmad Yazid; (2) Motivasi peserta kursus berasal dari naluri belajar individu, kebutuhan memiliki keterampilan berbahasa Inggris, dan Informasi Kampung Inggris sebagai tempat belajar bahasa Inggris yang baik; (3) lembaga kursus di Kampung Inggris bersaing mendapatkan peserta kursus menggunakan prinsip-prinsip McDonaldisasi; (4) persaingan antar lembaga kursus membuat kualitas pembelajaran di kampung Inggris tidak terjaga.

Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah informasi tentang Kampung Inggris membuat banyak orang tertarik dan memicu tumbuhnya lembaga kursus di sana. Jumlah peserta kursus yang lebih kecil dari kapasitas Kampung Inggris membuat lembaga-lembaga disana bersaing mendapatkannya. Persaingan yang tidak terkonrol membuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris di Kampung Inggris tidak terjaga. Maka saran untuk penelitian selanjutnya supaya meneliti tentang dampak persaingan terutama mengenai keberadaan makelar.