SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kondisi Sosial Penambvang Pasir Kali Putih Warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kabupaten Blitar

Sovia Husni Rahmia

Abstrak


Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api aktif yang terdapat di Provinsi Jawa Timur. Aliran lahar Gunung Kelud mengalir melalui beberapa sungai yang berhulu di lereng Gunung Kelud. Salah satunya adalah Kali Putih. Kali Putih terkenal dengan hasil tambang berupa pasir dan batu yang merupakan endapan lahar Gunung Kelud.Masyarakat sekitar lereng selatan Gunung Kelud banyak yang menggantungkan hidupnya di Kali Putih meski dengan resiko yang tinggi. Aktivitas pertambangan pasir tersebut membawa dampak pada kondisi warga sekitar.

Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih Kabupaten Blitar? 2)Bagaimana kondisi sosial warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum yang bekerja sebagai penambang pasir di Kali PutihKabupaten Blitar? 3) Bagaimana strategi adaptasi warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi Kecamatan Garum dalam merespon aktivitas pertambangan pasir di Kali PutihKabupaten Blitar?

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Sumber data meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif milik Miles & Huberman. Uji keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan diskusi teman sejawat.Tahapan penelitian antara lain: persiapan, pelaksanaan, dan penulisan hasil.

 

Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah aktivitas pertambangan di Kali Putih lereng Gunung Kelud Kabupaten Blitar telah ada sejak sebelum tahun 1991 dan terus mengalami perkembangan. Pertambangan pasir Kali Putih dilakukan oleh warga sekitar secara berkelompok maupun individu dengan cara tradisional dan peralatan sederhana. Aktivitas pertambangan berlangsung 24 jam. Sampai saai ini legalitas pertambangan pasir di Kali Putih belum jelas. Kondisi sosial warga Desa Karangrejo dan Desa Sidodadi yang bekerja sebagai penambang pasir di Kali Putih antara lain:1) penambang pasir adalah laki-laki berusia 20-40 tahun; 2) pendapatan penambang pasir tinggi; 3) penambang pasir dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari; 4)interaksi penambang pasir dengan individu lain di masyarakat berjalan dengan baik,5) munculnya berbagai peran penambang pasir. Strategi adaptasi yang dilakukan warga Desa Karangejo dan Desa Sidodadi dalam merespon aktivitas pertambangan pasir adalah membentuk kelompok masyarakat pengelola tambang, beralih pekerjaan menjadi penambang dan membuka usaha. Saran penelitian selanjutnya adalah penelitian mengenai pandangan masyarakat non-penambang terhadap aktivitas pertambangan pasir di Kali Putih.