SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Festival Mata Air (Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Dalam Pelestarian Sumber Mata Air Gemulo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu)

tyas tamara aldilla

Abstrak


Kecamatan Bumiaji memiliki 111 titik sumber mata air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pembangunan yang pesat dari tahun ke tahun tidak selalu berdampak positif bagi masyarakat, tetapi juga berdampak negatif salah satunya yaitu sumber mata air yang mengalami penurunan debit air hingga kekeringan. Kerusakan lingkungan yang terjadi terutama masalah air membuat masyarakat menciptakan kegiatan Festival Mata Air. Festival mata air merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bulukerto untuk melindungi sumber mata air Gemulo. Penelitian ini memiliki 4 rumusan masalah diantaranya yaitu: (1)  Bagaimana latar historis terbentuknya kegiatan Festival Mata Air di Desa Bulukerto Kec. Bumiaji Kota Batu? (2) Bagaimana bentuk kegiatan dalam perayaan Festival Mata Air di Desa Bulukerto Kec. Bumiaji Kota Batu ? (3) Apa saja makna simbolik dan nilai-nilai kearifan lokal dalam perayaan Festival Mata Air di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji Kota Batu ? (4) Bagaimana keterkaitan Festival Mata Air di Desa Bulukerto, Kec. Bumiaji Kota Batu dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP/MTs ?.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kehadiran peneliti sebagai instrumen kunci dalam mengumpulkan data. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Bulukerto Kec. Bumiaji Kota Batu. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Analisis Data menggunakan  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan (Milles and Huberman). Tahap-Tahap penelitian yaitu tahap persiapan, tahap rancangan penelitian, tahap pelaksanaan hingga tahap pelaporan.

Hasil dari penelitian menemukan bahwa Festival Mata Air merupakan sebuah gerakan sosial-budaya untuk menolak pembangunan yang terjadi di lahan konservasi sumber mata air Gemulo. Festival Mata Air dilaksanakan pada bulan Muharram dengan dua bentuk kegiatan yaitu kegiatan inti dan kegiatan hiburan. Kegiatan inti yaitu selametan sumber mata air, dan kegiatan hiburan yang mengalami perkembangan sesuai zamanya. Adapun  nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan sumber mata air yaitu nilai sosial, nilai religius, nilai gotong royong, peduli lingkungan. Kegiatan Festival Mata Air dapat diimplementasikan ke dalam materi pembelajaran IPS pada jenjang SMP/MTs kelas VII.

 

Saran bagi masyarakat luas bahwa gerakan sosial-budaya dapat dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap sesuatu yang bertentangan dengan budaya setempat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggali makna pada kegiatan hiburan dengan menggunakan perspektif lain. Serta bagi pemerintah, dapat dijadikan sebagai budaya di Kota Batu sebagai bentuk pelestarian lingkungan.