SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Studi Fenomenologi: Interaksi Pasangan Perkawinan Beda Agama di Desa Tulungrejo Kota Batu

Ferry Hidayat

Abstrak


ABSTRAK

Hidayat, Ferry. 2017. Studi Fenomenologi: Interaksi Pasangan Perkawinan Beda Agama di Desa Tulungrejo Kota Batu. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. GM Sukamto, M.Pd, M.Si, (II) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant, M.A

 

Kata Kunci: Multikulturalisme, Pernikahan, Fenomenologi.

            Salah satu bentuk kemajemukan di Indonesia adalah agama, keberadaan berbagai agama membuat Indonesia memiliki aturan yang mengatur syarat sah perkawinan para penganutnya. Keberadaan fenomena perpindahan agama untuk menikah ini menarik untuk dikaji lebih lanjut, yang pada dasarnya seorang wanita akan mengikuti seorang pria yang menjadi kepala keluarga dan bisa saja wanita ini ikut agama suaminya ataupun sebaliknya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana Karakteristik pasangan perkawinan beda agama di Desa Tulungrejo Kota Batu?, (2) Bagaimana pengalaman pasangan ketika melakukan perkawinan beda agama?, (3) Bagaimana cara pasangan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga setelah menikah di Desa Tulungrejo Kota Batu?

            Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatori, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Ketua RT, dan tokoh agama. serta inorman kunci adalah pasangan perkawinan beda agama. Analisis data menggunakan deskripsi data hasil wawancara, horizonalization, cluster of meaning (a)textural description (deskripsi tekstural), (b) structural description (deskripsi struktural), dan refleksi.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perpindahan agama kebanyakan dilakukan oleh penganut agama Islam ke Hindu. Pada pelaksanaan perkawinan beda agama, sebelumnya pasangan memerlukan komunikasi yang baik untuk mendapatkan persetujuan keluarga. Pada proses adaptasi ini mereka awalnya mengalami rasa bersalah dengan keluarga, kesulitan dalam menjalani keyakinan agama baru dan keterasingan dengan lingkungan sosial. Harmonisnya kehidupan keluarga pasangan yang semula beda agama ditentukan oleh proses adaptasi mereka dalam berkeluarga. Dalam hal ini keharmonisan rumah tangga pasangan beda agama ditentukan oleh komitmen dalam menjalani rumah tangga, kedewasaan dalam menghadapi masalah, pemilihan atas makanan halal dan haram, menghormati keluarga besar, kepuasan terhadap pasangandan tidak memaksakan kehendak.

Peneliti menyarankan untuk meneliti “Keharmonisan antar Keluarga, dan faktor perpecahan pasangan perkawinan beda agama” dan “Pengalaman anak pasangan perkawinan beda agama dalam menghadapi krisis identitas, dan dampaknya pada psikologi anak” dalam perspektif teoritik yang berbeda, selain itu peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan pendekatan atau metode penelitian yang berbeda dari penelitian ini.