SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Peran Radio Suara Budi Luhur dalam Mendorong Kerukunan antar Umat Beragama di Dusun Ngepeh Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang

NURINA SETYA LESTARI

Abstrak


Kerukunan umat beragama di Indonesia merupakan salah satu persoalan yang akhir-akhir ini mencuat. Masyarakat Indonesia sebenarnya menyediakan sarana untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan dibentuk radio komunitas yang menyuarakan kerukunan agama. Penelitian ini mengungkapkan mengenai peran Radio Suara Budi Luhur (SBL) yang ada di Dusun Ngepeh Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang dalam mendorong kerukunan antar umat beragama. Penelitian ini, merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Berdasarkan metode tersebut hasil yang diperoleh adalah peran Radio SBL di Dusun Ngepeh tidak terlepas dari komunitas Yamajo dan FPU, tokoh-tokoh agama yang ada di Dusun Ngepeh, dan masyarakat beda agama di Dusun Ngepeh karena dengan adanya pihak-pihak tersebut Radio SBL dapat dibentuk. Salah satu program yang diminati oleh pendengar Radio Suara Budi Luhur yaitu mimbar agama, program mimbar agama menjadikan masyarakat Dusun Ngepeh memiliki pemahaman bahwa bukan agama yang dipersatukan akan tetapi umat beda agama yang dipersatukan.

 

Kata Kunci: Radio, Kerukunan, Toleransi, Dusun Ngepeh

Hubungan antara manusia dan agama merupakan hubungan totalitas. Manusia tidak bisa dipisahkan dengan agama. Kedua sifat tersebut dihayati oleh manusia sekaligus dalam menempuh kehidupan. Namun, agama yang dianut oleh manusia di dunia tidak hanya satu, tentu saja klaim kebenaran masing-masing agama yang dianut semua orang akan muncul ke permukaan. Menurut Kahmad (2000:5), jika klaim itu dihadapkan pada penganut agama lain, maka dapat diduga terjadi benturan antar pemeluk agama, yang masing-masing memiliki klaim kebenaran”.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk yang besar, hal ini tentu berdampak pada masyarakatnya yang beraneka ragam. Masyarakat yang tinggal di suatu wilayah tertentu, akan berbeda dengan masyarakat yang berada di wilayah lain. Perbedaan masyarakat yang terdapat di negara Indonesia, pada akhirnya menciptakan masyarakat yang majemuk. Kemajemukan tersebut dapat dilihat dari banyaknya suku, ras, agama dan budaya di Indonesia (Jadid,2016:4).

 Kemajemukan masyarakat Indonesia menjadi aset yang tidak ternilai oleh apapun. Tetapi dibalik kemajemukan terdapat sebuah permasalahan yang serius. Permasalahan itu ialah konflik atau pertentangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Pertengahan tahun 2015 terdapat peristiwa yang mengancam kerukunan antar umat beragama yaitu peristiwa di Tolikara Papua. Peristiwa tersebut berupa pembakaran masjid yang dilakukan oleh masyarakat agama lain tidak berhenti dari peristiwa tersebut, toleransi antar umat beragama menjadi agenda penting sejak maraknya kekerasan etnik beragama serta gencarnya kasus-kasus teror yang disebar atas nama agama (Kompas, 2015:12).

Berdasarkan hal tersebut, hal terpenting dari umat beragama adalah kerukunan dalam menyikapi perbedaan. Meskipun dalam satu wilayah memiliki beberapa agama, sikap saling bertoleransi terjadi jika masyarakat tersebut dapat hidup rukun dan saling menghormati. Kunci dari kerukunan ada di masyarakat, jika masyarakat satu dengan yang lainnya dapat menghormati sesamanya maka gesekan-gesekan kecil yang menyebabkan konflik bisa diredam.

Konflik yang terjadi di Indonesia pernah terjadi beberapa kali. Meskipun demikian, terdapat daerah dimana masyarakat satu dengan masyarakat lainnya dapat hidup rukun dan saling bertoleransi meskipun berbeda agama. Daerah tersebut terletak di sebelah selatan Kota Jombang bernama Dusun Ngepeh. Dusun Ngepeh memiliki radio yang bernama Suara Budi Luhur yang biasa disingkat menjadi SBL, merupakan radio yang mewadahi aspirasi masyarakat beda agama di Dusun Ngepeh. Radio tersebut memiliki acara-acara yang dapat menyatukan umat antar agama, dimana pada pada hari jumat radio tersebut memperdengarkan acara ceramah Islami, pada hari minggu memperdengarkan ceramah kerohanian Agama Kristen, dan pada hari rabu memperdengarkan acara kerohanian Agama Hindu. Hal ini membuktikan kerukunan yang ada di Dusun Ngepeh tidak hanya diwujudkan masyarakatnya untuk hidup berdampingan meskipun beda agama akan tetapi, diwujudkan dengan membentuk sebuah radio yang berperan menyatukan umat antar agama yang berbeda.

 

Radio Suara Budi Luhur memiliki perbedaan dengan radio pada umumnya, jika radio pada umumnya bergerak untuk mendapatkan keuntungan dengan mengharapkan pendapatan dari sponsor maka Radio Suara Budi Luhur justru sebaliknya. Radio Suara Budi Luhur mendapatkan pendapatan dari bantuan pemerintah maupun swasta karena dianggap memiliki sumbangsih terhadap kerukunan umat beragama terutama kerukunan. Hingga saat ini radio Suara Budi Luhur tetap menyuarakan program mimbar agama untuk mengurangi konflik dan mendorong kerukunan umat beda agama yang ada di Kabupaten Jombang. Hal ini sesuai dengan tujuan radio komunitas dalam Pasal 21 ayat 2 Undang-Undang No.32 Tahun 2002 tentang penyiaran dimaksudkan untuk mendidik dan memajukan masyarakat dalam mencapai kesejahteran dengan melaksanakan program acara yang meliputi budaya, pendidikan, dan informasi yang mengambarkan identitas bangsa. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah pada artikel ini adalah tentang peran Radio Suara Budi Luhur dalam mendorong kerukunan antar umat beragama terutama kerukunan yang ada di Dusun Ngepeh.