SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Buku Ajar IPS (Sejarah Indonesia) Berbasis Problem Based Learning Bermuatan Nilai Karakter di SMPK Santa Maria II Malang

elok yekti nugrahantini

Abstrak


ABSTRAK

 

Witjaksana, Elok Yekti. 2015. Pengembangan Buku Ajar IPS (Sejarah Indonesia) Berbasis Problem Based Learning Bermuatan Nilai Karakter di SMPK Santa Maria II Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Kasimanuddin Ismain. M.Pd

 

Kata Kunci: Buku Ajar, bebasis Problem Based Learning, bermuatan Nilai Karakter.

Pemerintah Indonesia terus melakukan peningkatan mutu pendidikan untuk mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik. Salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional adalah memperbaiki kurikulum yang digunakan. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan. Untuk memenuhi tujuan kurikulum 2013, perlu adanya perubahan proses pembelajaran yang awalnya siswa diberi tahu menjadi siswa yang mencari tahu. Untuk itu pembelajaran harus memberikan kesempatan kepada siswa unuk mengkonstruksi pengetahuannya. Untuk mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa diperlukan buku ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013. Buku ajar yang telah diterbitkan ternyata masih kurang sesuai untuk mendukung pembelajaran dengan pendekatan yang disarankan dalam kurikulum 2013. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan buku ajar IPS yang sesuai dengan kriteria kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan buku ajar IPS berbasis problem based learning bermuatan nilai karakter untuk SMP. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan buku ajar IPS berbasis problem based learning bermuatan nilai karakter untuk SMP.

Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari Borg & Gall (1983) yang terdiri dari tujuh tahapan yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) pengembangan produk, (3) uji validitas produk, (4) revisi ke-1, (5) uji pengguna terbatas, (6) revisi ke-2, dan (7) produk akhir. Instrument penelitian yang digunakan berupa angket terhadap ahli dan pengguna terbatas. Ahli dalam penelitian ini ada dua yaitu ahli materi dan ahli desain penyusunan buku ajar. Jenis data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket penilaian produk pengembangan yang disusun dengan skala Likert oleh ahli materi, ahli desain dan pengguna terbatas, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui pengisian komentar dan saran baik dari ahli maupun pengguna terbatas. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik deskriptif presentase yaitu jumlah jawaban responden dalam satu item dibagi dengan jumlah jawaban ideal dalam satu item.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar yang disusun memiliki kelayakan dari ahli materi sebesar 89,43% yang mencakup aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasan, kelayakan problem based learning, dan kelayakan nilai karakter yang berarti buku ajar yang valid atau layak digunakan. Hasil dari ahli desain penyusunan buku memperoleh penilaian sebesar 89,30% yang berarti valid atau layak digunakan. Sedangkan hasil penilaian dari uji coba pengguna terbatas memperoleh presentase sebesar 87,43% yang berarti valid atau layak digunakan. Dengan demikian, buku ajar IPS berbasis problem based learning bermuatan nilai karakter valid dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran IPS SMP Kelas VIII.

 

Buku ajar yang dikembangkan memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulan dari produk yang dikembangkan antara lain: (1) buku ajar dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013 dengan pendekatan problem based learning, (2) di awal kegiatan pembelajaran disajikan kisah Inspiratif yang dapat memberikan inspirasi dan motivasi siswa untuk mencapai apa yang diinginkannya, (3) setiap kegiatan pembelajaran selalu disajikan suatu permasalahan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Siswa diminta untuk menyelesaikan permasalahan yang disajikan tersebut, dengan demikian siswa terlatih untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan dan memperoleh konsep pembelajaran secara mandiri, dan (4) materi disampaikan dengan fitur-fitur yang menarik sehingga meningkatkan daya tarik untuk mempelajarinya, terdapat buku pedoman guru sehingga dapat mempermudah guru dalam mendampingi siswa dalam proses pembelajaran. Sedangkan kelemahan darri produk yang dikembangkan antara lain: (1) materi yang disajikan hanya kemerdekaan sebagai modal pembangunan saja (3) pengembangan buku ajar ini tidak dilakukan uji empirik terhadap buku ajar sehingga tidak diketahui tingkat efektifitas penggunaan buku ajar, dan (4)ilai karakter yang diintegrasikan hanya jujur, disiplin, kerja keras, mandiri, rasa ingin tahu, gemar membaca, dan tanggung jawab. Meskipun sudah mendapatkan kategori layak, buku ajar IPS ini belum dapat digunakan untuk pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk peneliti lain melakukan uji kelayakan empiris dan melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat efektifitas buku ajar berbasis problem based learning bermuatan nilai karakter dalam pembelajaran IPS.