SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Problematika Penerapan Pembelajaran Terpadu pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 8 Malang

Yuniar Rosyidah

Abstrak


Rosyidah, Yuniar. 2017. Analisis Problematika Penerapan Pembelajaran Terpadu pada Mata Pelajaran IPS di SMPN 8 Malang. Skripsi, Program Studi S1Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (1) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf M.A., Ph.D, (2) Dr. I Nyoman Ruja S.U.

 

Kata Kunci: Problematika, pembelajaran terpadu, IPS

 

Penerapan pembelajaran terpadu terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Berdasarkan kurikulum 2013 pembelajaran terpadu pada mata pelajaran IPS siswa harus berperan aktif dalam pembelajaran.Penerapan pembelajaran terpadu tentu tidak terlepas dari berbagai problematika. Problematika merupakan suatu halangan atau masalah yang terjadi pada kelangsungan suatu proses. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan pembelajaran terpadu mata pelajaran IPS di SMPN 8 Malang?, 2)Apa saja problematika guru IPSdalam menerapkan pembelajaran IPS terpadu SMPN 8 Malang?, 3) Apa saja problematika siswa SMPN 8 Malang dalam penerapan pembelajaran IPS terpadu?, 4) Bagaimana strategi guru mengatasi permasalahan pembelajaran IPS terpadu?

Penelitian ini menggunakan pendekatan  kualitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMPN 8 MalangJalan Arjuno No.19 Malang. Informan pendukung adalah Wakakurikulum dan Kepala SMPN 8 Malang. Informan kunci adalah guru IPS kelas VII dan siswa kelas VII SMPN 8 Malang. Prosedur pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman.

Hasil penelitian ini SMPN 8 Malang sudah menerapkan model pembelajaran terpadu Fogarty yakni model connected dan integrated. Problematika guru dalam menerapkan pembelajaran terpadu yakni; menentukan media dan model pembelajaran, memadukan materi IPS Terpadu, menghadapi siswa yang tidak tertarik mempelajari IPS, pelaksanaan pembelajaran lapangan terkendala waktu dan biaya, serta pengetahuan guru mengenai media pembelajaran berbasis teknologi masih perlu dikembangkan. Problematika siswa dalam mempelajari IPS karena masih rendahnya minat baca siswa, kondisi ekonomi keluarga dan sarana pendukung berpengaruh pada konsentrasi siswa di sekolah, hasil capaian beberapa siswa masing-masing kelas memerlukan remidial. Strategi pembelajaran guru untuk mengatasi masalah pembelajaran terpadu yakni: guru memanfaatkan kegiatan MGMP untuk berdiskusi, pergantian model sesuai kemampuan guru, mengatasi kesulitan pembelajaran terpadu yang dihadapi guru dengan mengikuti berbagai pelatihan, sosialisasi, dan workshop.

Berdasarkan hasil penelitian di atas disarankan adanya pelatihan model pembelajaran terpadu Fogarty. Guru  memerlukan pelatihan media (berbasis teknologi) dan model pembelajaran, hendaknya guru memotivasi terutama siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah. Siswa hendaknya meningkatkan rasa ingin tahunya, kepercayaan diri, memperluas wawasan, dan melakukan persiapan belajar sebelum ke sekolah. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang model pembelajaran terpadu Fogarty ditinjau dari kemampuan mengajar guru dan gaya belajar siswa.