SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Konstruksi Sosial Guru Mata Pelajaran IPS Berlatar Belakang Non Pendidikan IPS tentang Pembelajaran IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Singosari

Rizqo Nurilaini

Abstrak


ABSTRAK

 

Pendidikan merupakan salah satu faktor penentu kualitas kehidupan suatu bangsa. Pada saat ini yang sedang dilaksanakan adalah Kurikulum 2013. Pelaksanaan Kurikulum 2013 pada pembelajaran IPS yaitu menerapkan pembelajaran yang bersifat terpadu. Pembelajaran IPS terpadu menuntut guru mata pelajaran IPS untuk menguasai semua bidang IPS, namun pada faktanya guru secara maksimal menguasai materi yang menjadi latar belakang pendidikannya tetapi lemah pada materi yang lain. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konstruksi sosial guru mata pelajaran IPS berlatar belakang non Pendidikan IPS tentang pemahaman konsep pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 1 Singosari ?, (2) Bagaimana konstruksi sosial guru mata pelajaran IPS berlatar belakang non Pendidikan IPS tentang pelaksanaan pembelajaran IPS terpadu di kelas di SMP Negeri 1 Singosari ?, (3) Bagaimana masalah yang dihadapi guru mata pelajaran IPS berlatar belakang non Pendidikan IPS dalam penerapan pembelajaran IPS terpadu di SMP Negeri 1 Singosari ?.

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan kunci pada penelitian ini yaitu guru IPS yang berlatar belakang non Pendidikan IPS, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, staf perpustakaan dan staf laboraturium komputer. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman.

 

Hasil penelitian ini diperoleh: (1) Pembelajaran IPS terpadu yaitu  pembelajaran yang tidak memisahkan materi sejarah, geografi, ekonomi dan sosiologi. Pembelajaran IPS terpadu bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang luas kepada siswa. Momen eksternalisasi yaitu guru melaksanaan pembelajaran IPS terpadu karena tuntutan Kurikulum 2013, momen objektivasi yaitu diskusi antara guru IPS, dan momen internalisasi yaitu guru memaknai pembelajaran IPS terpadu. (2) Guru IPS telah mengaitkan materi sejarah, geografi, ekonomi dan sosiologi pada pelaksanaannya. Momen eksternalisasi yaitu guru mempelajari materi pembelajaran, momen objektivasi yaitu guru mengikuti workshop, dan momen internalisasi yaitu menerapkan pembelajaran IPS terpadu di kelas. (3) Guru IPS mengalami masalah yaitu kesulitan dengan materi diluar latar belakang pendidikannya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, saran yang bisa diberikan bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti dapat melakukan penelitian mengenai konstruksi sosial guru IPS dengan membandingkan beberapa sekolah dalam lingkup kecamatan. Peneliti selanjutnya juga dapat menggunakan jenis penelitian studi kasus agar lebih bervariasi.