SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Jaranan Sentherewe Purwo Sejati: Studi Etnografi dan Nilai-nilai Pendidikan di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung

Desiska Arysanti

Abstrak


ABSTRAK

Arysanti, Desiska. 2016. Jaranan Sentherewe Purwo Sejati: Studi Etnografi dan Nilai-nilai Pendidikan di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Prodi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. G.M Sukamto, M.Pd, M.Si.; (II) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant, M.A

Kata Kunci : Jaranan Sentherewe, Etnografi, Nilai-nilai Pendidikan

Kesenian tradisional yang masih bertahan seiring dengan perkembangan zaman, salah satunya adalah kesenian jaranan. Salah satu group kesenian jaranan yang masih tetap eksis di wilayah Tulungagung yaitu group Jaranan Sentherewe Purwo Sejati di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Meskipun letak Desa Beji berada di pusat kota yang mayoritas banyak kebudayaan modern yang masuk tetapi tidak membuat Jaranan Sentherewe Purwo Sejati musnah justru kesenian jaranan tersebut terus dilestarikan oleh masyarakat pendukungnya.

Rumusan masalah untuk penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah sejarah terbentuknya group kesenian Jaranan Sentherewe Purwo Sejati? (2) Bagaimana eksistensi kesenian Jaranan Sentherewe Purwo Sejati? (3) Bagaimana bentuk pewarisan seni pertunjukan Jaranan Sentherewe Purwo Sejati? (4) Apa nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam pertunjukkan kesenian Jaranan Sentherewe Purwo Sejati?

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian terletak di Desa Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dengan informan yang dipilih secara purposive sampling. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles & Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan yang digunakan adalah triangulasi.

Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Sejarah tentang terbentuknya kelompok kesenian Jaranan Sentherewe Purwo Sejati sudah ada sejak tahun 1990. 2) Eksisitensi seni pertunjukan Jaranan Sentherewe di Desa Beji tidak dapat dilepaskan dari bentuk pertunjukan, peran serta masyarakat pendukungnya dan keterlibatan pemerintah; 3) Proses pewarisan kesenian tradisional tari Jaranan Sentherewe Purwo Sejati berlangsung melalui sistem pewarisan vertikal dan pewarisan horizontal; 4) Nilai-nilai pendidikan yang terdapat dalam  pertunjukan Jaranan Sentherewe meliputi nilai moral tediri dari nilai kemandirian, nilai kedisiplinan, nilai tanggung jawab, nilai kekeluargaan, nilai kebersamaan dan rasa percaya diri. Untuk nilai religi seni Jaranan Sentherewe yaitu berusaha mengingatkan manusia bahwa di dunia ini ada dua macam alam kehidupan, ada alam  kehidupan  nyata dan alam  kehidupan gaib. Kemudian untuk  nilai estetis meliputi bentuk gerakan, tata busana, tata rias, musik dan properti.

Saran bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji tentang makna dalam setiap gerakan yang terdapat pada kesenian Jaranan Sentherewe pada kelompok lain sebab di sini peneliti hanya meneliti satu kelompok kesenian yaitu Jaranan Sentherewe Purwo Sejati.