SKRIPSI Prodi Pendidikan IPS - Fakultas Ilmu Sosial UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Problematika Implementasi Asesmen Autentik Kurikulum 2013 Guru Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 03, 24, 27 Kota Malang

ARIF HIDAYAT

Abstrak


ABSTRAK

Hidayat, Arif. 2016. Problematika Implementasi Asesmen Autentik Kurikulum 2013 Guru Mata Pelajaran IPS SMP Negeri 03, 24, 27 Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soetjipto, S.H., M.Pd, (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D

Kata Kunci: Problematika, Implementasi, Asesmen Autentik, Kurikulum 2013 

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menggantikan Kurikulum 2006. Kurikulum 2013 ini pada masa awal diberlakukannya menjadi bahan penelitian peneliti terdahulu untuk mengetahui bagaimana implementasinya. Pada salah satu hasil penelitian mereka menyebutkan bahwa guru mengalami kesulitan pada penilaian autentik namun belum dijelaskan secara detail apa kesulitan tersebut. Masalah yang menjadi fokus penelitian ini adalah: (1) Pemahaman guru tentang asesmen autentik menurut Kurikulum 2013, (2) Pelaksanaan asesmen autentik oleh guru, (3) Problematika guru saat implementasi asesmen autentik, (4) Solusi yang diinginkan guru terhadap masalah saat pengimplementasian asesmen autentik, (5) Solusi yang sudah dilakukan guru untuk mengatasi masalah pada implementasi asesmen autentik.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Informan adalah guru mata pelajaran IPS di Kota Malang. Analisis data menggunakan teknik analisis data spiral dari Creswell.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru memahami penilaian autentik sebagai penilaian yang menilai aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa, (2) Guru sudah dapat melaksanakan asesmen autentik dengan penuh, (3) Permasalahan yang dihadapi adalah guru kerepotan mengisi format penilaian, tidak cocok dengan nilai KKM sekolah, siswa yang terlambat mengumpulkan tugas, dan jumlah murid dalam satu kelas yang terlalu banyak, (4) Guru menginginkan penyederhanaan format penilaian, peninjauan ulang nilai KKM, dan pengurangan jumlah murid dalam satu kelas, (5) Inisiatif guru untuk menyelesaikan masalah yaitu dengan menyelesaikan penilaian di rumah, menggunakan pembelajaran seefisien mungkin, berdiskusi dengan sesama guru, dan melakukan pendekatan dengan siswa.

Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah guru dapat melaksanakan penilaian autentik namun merasa kerepotan karena format penilaian yang banyak namun guru juga menemui hal hal lain di luar pelaksanaan penilaian yang dapat menghambat guru melaksanakan penilaian. Maka saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk melakukan pengembangan Kurikulum 2013 ataupun aspek yang berada di dalamnya berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu bertemakan Kurikulum 2013.